Pencarian Nelayan Hilang, Tim SAR Gabungan Sisir Perairan Boepinang

  • 09 Jun 2026 10:11 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Bombana - Tim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian hari keempat terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di sekitar perairan Boepinang, Desa Larete, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana, Selasa, 9 Juni 2026.

Pergerakan taktis di lapangan dimulai sejak pukul 07.15 Wita dengan membagi kekuatan personel ke dalam dua tim pencari berbeda.

Tim pertama dikerahkan menggunakan armada Rigid Inflatable Boat untuk menyisir area perairan terbuka seluas 24 mil laut persegi.

Sementara itu, tim kedua bergerak menggunakan kapal pa'gae serta longboat untuk menyisir area seluas 10 mil laut persegi.

Penyisiran tim kedua difokuskan mulai dari kawasan pesisir perairan Pelabuhan Puulemo hingga menjangkau kawasan perairan Tanjung Toromaginti.

Selain melakukan penyisiran visual di laut, petugas di lapangan juga melakukan pemapelan atau penyebaran informasi kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi.

Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cukup cerah dengan kecepatan angin berkisar antara 10 hingga 18 kilometer per jam yang bertiup dari arah timur berdasarkan data BMKG.

Korban yang sedang dalam proses pencarian intensif tersebut diketahui beridentitas Tuang alias Igo, seorang pria berusia 37 tahun yang merupakan warga Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan.

Kepala KPP Kendari Amiruddin A.S menjelaskan bahwa operasi ini melibatkan berbagai unsur gabungan, mulai dari Staf SMC KPP Kendari, Pos SAR Kolaka, Polsek Poleang Timur, hingga Polair Bombana.

Dukungan personel juga datang dari Babinsa Puulemo dan Larete, Pos AL Bombana, SROP Kolaka dan Selayar, kru kapal pa'gae, kru longboat, serta warga masyarakat sekitar.

Kronologi kejadian bermula pada Jumat, 5 Juni 2026 sekitar pukul 15.00 Wita ketika juragan kapal pa'gae bernama H. Daeng Gassing bersama 11 orang anak buah kapal pergi melaut untuk mencari ikan.

Memasuki pukul 17.45 Wita, kapal nelayan tersebut mulai melepas jaring di sekitar lokasi tangkapan perairan Boepinang.

Sekitar pukul 18.45 Wita, korban meminta izin untuk buang air besar di laut dengan menggunakan alat bantu apung berupa sebongkah gabus, sementara rekan lainnya fokus menarik jaring.

Petaka mulai disadari pada pukul 19.30 Wita saat seluruh jaring penangkap ikan telah berhasil ditarik ke atas geladak kapal.

Juragan kapal kemudian menyalakan mesin penjelajah untuk mendekati posisi awal korban, namun keberadaan pria asal Wawonii tersebut sudah tidak terlihat lagi di permukaan air.

Upaya pencarian mandiri langsung dilakukan oleh seluruh kru kapal malam itu, namun proses penelusuran tersebut tidak membuahkan hasil hingga akhirnya dilaporkan ke pihak berwenang.

"Pencarian telah dilakukan oleh rekan korban setelah kejadian, namun hingga informasi resmi ini diterima hasilnya masih nihil," ujar Amiruddin dalam keterangan tertulisnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim penyelamat masih terus menyisir koordinat yang ditentukan dengan mengoptimalkan peralatan komunikasi serta alut penyelamatan medis di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....