Kelangkaan Minyak dan Gas Berdampak pada Masyarakat

  • 08 Jun 2026 11:36 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji menjadi salah satu persoalan yang masih dikeluhkan masyarakat karena berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari maupun kegiatan usaha. Hal tersebut disampaikan oleh Rahmat Budi Arfa, Asisten Penerimaan dan Verifikasi Laporan Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Tenggara, dalam program Halo RRI Pro 1 Kendari, Senin 8 Juni 2026.

Menurut Rahmat, ketersediaan BBM dan gas merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat. Ketika terjadi kelangkaan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna kendaraan bermotor, tetapi juga oleh pelaku usaha kecil, pedagang, hingga rumah tangga yang bergantung pada pasokan energi tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dikatakan, kelangkaan sering kali memicu antrean panjang di sejumlah titik distribusi dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang maksimal terhadap proses penyaluran agar distribusi dapat berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.

Rahmat menegaskan, Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Tenggara terus menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pelayanan publik, termasuk persoalan distribusi BBM dan gas elpiji. Masyarakat diharapkan tidak ragu melaporkan apabila menemukan dugaan penyimpangan, penimbunan, atau pelayanan yang tidak sesuai prosedur.

Selain pengawasan dari pemerintah dan lembaga terkait, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan BBM dan gas secara bijak sesuai kebutuhan. Langkah tersebut dinilai penting untuk membantu menjaga ketersediaan pasokan serta mencegah terjadinya kelangkaan yang lebih luas.

Melalui program Halo RRI Pro 1 Kendari, Rahmat Budi Arfa berharap seluruh pihak dapat bersinergi dalam mengawal distribusi BBM dan gas agar tetap lancar, transparan, dan merata. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan aktivitas ekonomi dapat berjalan dengan baik tanpa hambatan akibat keterbatasan pasokan energi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....