Mutiara Pagi: Masyarakat Diajak Menghormati Sesama di Era Digital

  • 08 Jun 2026 07:51 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Masyarakat diingatkan untuk terus menjaga sikap saling menghormati di tengah keberagaman dan derasnya arus informasi di media sosial. Pesan tersebut mengemuka dalam program Mutiara Pagi, Senin 8 Juni 2026 bersama Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari, Dr. Hj. Imelda Wahyuni, S.S., M.Pd.I.

Menanggapi pertanyaan pendengar mengenai maraknya perdebatan dan saling menghina di media sosial, Dr. Imelda menegaskan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk mengendalikan diri dan menghormati perbedaan.

"Kontrol diri ada pada sifat manusia. Allah menciptakan manusia tidak serupa satu sama lain. Perbedaan itulah yang menjadi indikator bahwa manusia diciptakan dalam ahsani taqwim, yakni bentuk yang paling sempurna. Kesempurnaan itu harus dijaga dengan akhlak yang baik," jelasnya.

Menurutnya, banyak konflik yang muncul di ruang digital karena manusia gagal mengelola akal dan hati secara seimbang. Ia mengingatkan agar masyarakat lebih selektif dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpancing oleh konten yang tidak bermanfaat.

"Mulai dari diri kita sendiri. Bagaimana kita menahan diri untuk tidak terus-menerus mengklik atau men-scroll hal-hal yang tidak bermanfaat. Pengendalian diri adalah bagian dari penghormatan terhadap diri sendiri dan orang lain," katanya.

Sementara itu, menjawab pertanyaan dari pendengar terkait pendidikan karakter anak, Dr. Imelda menekankan pentingnya keteladanan dalam keluarga. Menurutnya, penghormatan terhadap sesama harus ditanamkan sejak usia dini melalui contoh nyata dari orang tua dan lingkungan sekitar.

"Anak-anak belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat dibandingkan apa yang mereka dengar. Karena itu, orang tua harus menjadi teladan dalam menghargai orang lain, menjaga tutur kata, dan menunjukkan sikap empati kepada sesama," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Imelda juga menjawab pertanyaan mengenai keberagaman suku, budaya, dan latar belakang sosial yang kerap menjadi pemicu sikap diskriminatif. Ia menegaskan bahwa Islam memandang keberagaman sebagai rahmat dan sarana untuk saling mengenal.

"Kita harus mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita. Jangan merasa lebih tinggi dari orang lain hanya karena suku, jabatan, atau latar belakang tertentu. Semua manusia memiliki kemuliaan yang sama di hadapan Allah, yang membedakan hanyalah ketakwaannya," tegasnya.

Melalui dialog tersebut, masyarakat diajak untuk menjadikan nilai penghormatan terhadap manusia sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, pekerjaan, maupun dalam interaksi di media sosial.

"Jika setiap orang mampu mengendalikan dirinya dan menghormati sesama, maka kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh keberkahan akan lebih mudah terwujud," tutup Dr. Imelda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....