Akses Jalan Usaha Tani Tingkatkan Produktivitas Petani di Sultra

  • 06 Jun 2026 18:27 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Perkebunan dan Hortikultura menyiapkan sejumlah pembangunan infrastruktur strategis untuk membuka akses wilayah pertanian. Tahun 2026 ini, sebanyak lima paket pekerjaan jalan usaha tani direncanakan dibangun, yang difokuskan secara khusus menjangkau sentra-sentra produksi hortikultura dan perkebunan unggulan daerah. Program ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak akan konektivitas yang lebih baik, yang selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam mengembangkan potensi pertanian di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sultra, Laode Muhammad Rusdin Jaya menjelaskan pihaknya menerapkan verifikasi yang sangat ketat terhadap setiap usulan lokasi guna memastikan status lahan jelas, bebas dari sengketa, dan benar-benar sesuai peruntukannya. Langkah ini juga diperkuat dengan meminta pendampingan dari Inspektorat guna menjamin perencanaan anggaran dan teknis berjalan transparan dan akuntabel.

“Kami menyiapkan lima kegiatan jalan usaha tani tahun ini, dengan fokus utama di Kolaka Raya dan satu di Kabupaten Muna, tepatnya di sentra hortikultura dan perkebunan. Verifikasi kami lakukan secara ketat agar lokasi benar-benar jelas dan bebas masalah, tidak menyimpang dari fungsi utamanya mendukung lahan usaha tani ,” ujar Laod Muhammad Rusdin Jaya.

Rusdin menambahkan rincian panjang jalan dan besaran anggaran belum dapat dipastikan secara final, mengingat masih menunggu hasil peninjauan lapangan dan kajian teknis lebih lanjut. Besaran dana yang dialokasikan masih bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan setelah melalui proses review dan penilaian yang objektif, agar penggunaan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi peningkatan kesejahteraan petani.

Dengan akses yang semakin lancar, petani tidak hanya lebih mudah mengangkut hasil panen, tetapi juga berpotensi mendapatkan harga jual yang lebih baik karena biaya distribusi menjadi lebih efisien, meningkatkan volume produksi, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan Sulawesi Tenggara

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....