Kemiskinan Perempuan Pesisir, Peran IRT Belum Diakui

  • 26 Mei 2026 18:09 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Kondisi sosial dan ekonomi perempuan di wilayah pesisir Sulawesi Tenggara masih menjadi perhatian, terutama terkait tingginya angka kemiskinan serta minimnya pengakuan terhadap peran perempuan pesisir dalam menopang ekonomi keluarga.

Hal tersebut disampaikan Mutmainna selaku Koordinator Jaringan Perempuan Pesisir Sulawesi Tenggara dalam dialog mengenai kondisi masyarakat pesisir di Sultra.

Mutmainna mengatakan, sejumlah wilayah pesisir seperti Desa Leppe, Desa Bajo Indah, dan Desa Bokori masih menghadapi tingkat kemiskinan yang cukup tinggi. Sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut tinggal di rumah-rumah yang berada di atas laut dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan.

“Desa Leppe, Desa Bajo Indah, Desa Bokori, kemiskinannya itu sangat tinggi. Rata-rata masyarakat yang tinggal di rumah di atas laut mata pencahariannya nelayan,” ujarnya.

Mutmainna menjelaskan, perempuan pesisir memiliki peran besar dalam menopang kehidupan keluarga. Namun, menurutnya, peran tersebut belum sepenuhnya mendapat pengakuan, termasuk dari sisi administrasi dan pendataan pemerintah.

Mutmainna menyoroti kondisi perempuan yang berstatus orang tua tunggal (single parent) di sejumlah wilayah pesisir seperti Petoaha, Desa Wawatu hingga wilayah Kecamatan Soropia. Menurutnya, para perempuan tersebut tidak hanya menjalankan peran domestik, tetapi juga ikut melaut untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Selain single parent di Petoaha, di wilayah Wawatu maupun Kecamatan Soropia mereka juga pergi melaut. Rata-rata ibu rumah tangga ini belum diakui oleh pemerintah,” katanya.

Dirinya berharap perhatian t erhadap perempuan pesisir dapat ditingkatkan melalui pendataan yang lebih inklusif, pemberdayaan ekonomi, serta pengakuan terhadap peran perempuan yang selama ini turut menjadi penopang utama kehidupan keluarga di kawasan pesisir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....