Ops SAR Hari Ke-2, Tim Gabungan Perluas Area Pencarian Wanita Hilang di Muna Barat
- 24 Mei 2026 10:29 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Laworo - Tim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian hari kedua terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang di Kabupaten Muna Barat.
Operasi lanjutan ini dijalankan pascamusibah kondisi membahayakan manusia di kawasan muara Bone Balano, Desa Lasama, Minggu, 24 Mei 2026.
Kepala KPP Kendari Amiruddin menyampaikan bahwa pergerakan personel di lapangan mulai digerakkan sejak pagi hari.
"Pada pukul 07.00 Wita Tim SAR gabungan melanjutkan Ops SAR, pencarian dilakukan dengan membagi 2 tim," ujar Amiruddin.
Pembagian sektor ini dilakukan guna mengoptimalkan penyisiran di sekitar lokasi kejadian kecelakaan dengan memanfaatkan armada air.
Tim pertama dikerahkan menggunakan unit rubber boat untuk melakukan penyisiran permukaan air seluas 1,25 mil laut kuadrat.
Sementara untuk tim kedua bergerak menggunakan wahana longboat untuk menyisir perairan dari titik awal perkiraan korban hilang hingga ke area Pelabuhan Tandai.
Tim kedua juga memfokuskan pergerakan pada penyisiran area hutan bakau di sepanjang garis pantai sejauh 2,7 mil laut.
Kondisi cuaca di lokasi pencarian hari ini terpantau cerah namun masih menyimpan potensi turunnya hujan ringan.
Kecepatan angin berembus di kisaran 4,9 kilometer per jam dari arah barat laut berdasarkan rilis prakiraan cuaca BMKG.
Korban yang hingga kini masih terus diupayakan pencariannya teridentifikasi atas nama Farida, seorang perempuan berusia 45 tahun.
Korban merupakan warga setempat yang berdomisili di kawasan Desa Lasama, Kecamatan Tiworo Kepulauan, Muna Barat.
Operasi kemanusiaan skala besar ini melibatkan banyak unsur kedinasan serta kepedulian dari masyarakat profesi setempat.
Unsur yang terlibat di lapangan meliputi SMC dan Staf SMC KPP Kendari, Unit Siaga SAR Muna, personel Polsek Tikep, serta aparat Babinsa.
Dukungan personel juga datang dari BPBD Muna Barat, aparat Desa Lasama, masyarakat sekitar, hingga pihak keluarga korban.
Guna mendukung kelancaran taktis di lapangan, sejumlah alat utama pendukung keselamatan kerja disiagakan penuh oleh organisasi.
Alut yang digunakan di antaranya mencakup rescue car, rubber boat, longboat, palsar medis, palsar evakuasi, peralatan komunikasi, serta peralatan keselamatan lainnya.
Kronologi peristiwa memilukan ini bermula pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 08.00 WITA saat korban bersama kerabat pergi ke muara.
Mereka mendatangi muara Bone Balano untuk bersama-sama mencari kerang laut sebagai aktivitas keseharian.
Sesampainya di kawasan berair tersebut, para anggota keluarga memutuskan untuk saling berpencar guna mengumpulkan hasil laut.
Namun nahas, hingga pukul 13.30 WITA saat seluruh rombongan kembali berkumpul di titik temu, korban tidak kunjung terlihat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....