FK UHO Kendari Siapkan Pembukaan PPDS Ilmu Bedah

  • 23 Mei 2026 09:10 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari terus mematangkan rencana pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Bedah sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan kedokteran dan layanan kesehatan di Sulawesi Tenggara.

Sebagai bagian dari persiapan, tim PPDS Ilmu Bedah FK UHO melakukan benchmarking ke Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram (FKIK Unram) serta RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai rumah sakit pendidikan utama.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari pada Sabtu 17 Mei 2026 hingga Senin 19 Mei 2026 tersebut bertujuan mempelajari tata kelola pendidikan spesialis secara komprehensif.

Koordinator Program Studi PPDS Ilmu Bedah FK UHO, dr Muhammad Rustam, mengatakan benchmarking dilakukan untuk memahami berbagai aspek penting dalam penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis.

“Benchmarking ini kami lakukan untuk mempelajari tata kelola pendidikan spesialis mulai dari administrasi akademik, pengelolaan rumah sakit pendidikan, hingga supervisi residen dalam pelayanan klinik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tim juga mendalami penerapan kurikulum berbasis kompetensi, termasuk sistem rotasi stase, target capaian kompetensi, metode pembelajaran klinik, serta evaluasi berkala terhadap residen.

“Di FKIK Unram, pendidikan residen mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pelayanan pasien melalui metode seperti bedside teaching, case based discussion, hingga supervisi tindakan operatif,” jelasnya.

Selain aspek akademik, tim FK UHO turut mempelajari tahapan seleksi calon peserta didik yang meliputi administrasi, ujian akademik, wawancara, tes kesehatan, serta penilaian psikologi.

Kunjungan ke RSUD Provinsi NTB juga dimanfaatkan untuk mengamati secara langsung sistem pelayanan rumah sakit pendidikan yang terintegrasi dengan pendidikan residen.

Tim meninjau berbagai fasilitas seperti ruang operasi, ruang rawat bedah, laboratorium keterampilan klinik, hingga mekanisme supervisi dalam pelayanan pasien sehari-hari.

“Hasil observasi menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan dokter spesialis sangat bergantung pada sinergi antara fakultas kedokteran dan rumah sakit pendidikan,” ungkapnya.

Menurutnya, koordinasi yang baik, pembagian kewenangan yang jelas, serta dukungan fasilitas menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan akademik yang kondusif.

Lebih lanjut, tim juga mempelajari peran rumah sakit jejaring pendidikan dalam mendukung variasi kasus dan pencapaian kompetensi residen.

dr Rustam menambahkan, kesiapan sumber daya manusia, termasuk dosen tetap, dosen luar biasa, hingga konsulen spesialis, menjadi aspek penting dalam memenuhi standar nasional pendidikan dokter spesialis.

“Fokus tindak lanjut kami meliputi penguatan tata kelola program studi, pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, serta peningkatan sarana dan sistem evaluasi residen,” katanya.

Ia menegaskan, langkah ini menjadi bagian dari komitmen FK UHO dalam menghadirkan pendidikan dokter spesialis yang kompetitif di kawasan Indonesia Timur.

Diharapkan, kehadiran PPDS Ilmu Bedah di UHO dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan rujukan sekaligus mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di bidang bedah di Sulawesi Tenggara.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....