MUI Sultra Tekankan Penyembelihan Kurban Sesuai Syariat
- 21 Mei 2026 12:30 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tenggara, Drs. KH. Muslim, M.Si, memberikan tanggapan terkait pelaksanaan pemeriksaan dan penyembelihan hewan kurban menjelang Idul Adha.
Ia menyampaikan apresiasi terhadap upaya pemerintah daerah melalui dinas terkait yang telah menyiapkan tenaga medis seperti dokter hewan untuk memastikan kesehatan hewan kurban yang beredar di masyarakat.
“Kita merespon dan mengapresiasi siaran serta pemeriksaan yang dilakukan. Kalau memang sudah disiapkan dokter, itu berarti dijamin sehat,” ujarnya.
Namun demikian, KH. Muslim menegaskan bahwa dalam praktik di lapangan masih dapat terjadi permasalahan teknis penyembelihan yang dapat berdampak pada kualitas daging yang dikonsumsi masyarakat.
Ia mencontohkan adanya anggapan di masyarakat terkait kondisi daging setelah penyembelihan yang tidak sesuai prosedur, yang dapat berdampak pada kesehatan konsumen.
“Kadang ada yang mengatakan, setelah dipotong ada yang mencret. Ini bisa saja terjadi karena faktor teknis di lapangan,” jelasnya.
Menurutnya, meskipun hewan telah dinyatakan sehat oleh dokter hewan, proses penanganan dan penyembelihan yang tidak sesuai standar tetap dapat memengaruhi kualitas daging.
“Kalau dari segi kesehatan sudah dijamin, tapi tata cara pelaksanaannya tidak memenuhi syarat, itu bisa menimbulkan efek,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dalam perspektif syariat Islam, penyembelihan hewan kurban harus dilakukan sesuai ketentuan agama. Hal ini penting agar daging yang dikonsumsi benar-benar halal dan baik.
“Dari segi tuntutan syariah, penyembelihan kurban harus berdasarkan syariat. Di MUI ada aturan tata cara penyembelihan hewan,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....