Gerakan Turun Tangan Kendari

  • 21 Mei 2026 12:35 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Gerakan komunitas Turun Tangan di Kota Kendari terus menunjukkan eksistensinya sebagai wadah anak muda yang aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Hal tersebut disampaikan oleh narasumber Jasman dari Gerakan Komunitas Turun Tangan Kendari.

Jasman menjelaskan bahwa Gerakan Turun Tangan pertama kali berdiri di Indonesia pada tahun 2013. Menurutnya, pada awal pembentukannya, komunitas tersebut belum sepenuhnya berfokus pada aktivitas kerelawanan.

“Gerakan Turun Tangan ini berdiri sejak tahun 2013 di Indonesia. Awalnya sebenarnya bukan murni tujuan kerelawanan, tetapi lebih sebagai wadah untuk mengumpulkan orang-orang dengan berbagai kepentingan pada saat itu,” ujar Jasman.

Seiring berjalannya waktu, kata dia, Gerakan Turun Tangan mulai berkembang menjadi komunitas relawan yang bergerak secara murni dalam bidang kemanusiaan.

“Di tahun-tahun berikutnya, Gerakan Turun Tangan akhirnya menjadi relawan yang memang pure untuk kemanusiaan,” lanjutnya.

Gerakan tersebut kemudian hadir di Kendari pada tahun 2015. Namun, aktivitas komunitas sempat mengalami kevakuman karena minimnya anggota yang aktif.

“Masuk ke Kendari tahun 2015, tetapi orang-orang yang bergabung saat itu kurang aktif sehingga sempat vakum,” jelasnya.

Kebangkitan komunitas kembali terjadi pada tahun 2023 melalui peran para senior yang kembali menghidupkan Gerakan Turun Tangan di Kendari. Sejak saat itu, banyak anak muda, khususnya mahasiswa, mulai aktif bergabung dan menjalankan berbagai kegiatan sosial.

“Pada tahun 2023 kami masuk kembali dan dibawa oleh senior-senior kami di Kendari. Akhirnya sebagai anak muda yang aktif sebagai mahasiswa, kami mulai bergerak lagi dan sampai sekarang masih aktif,” tutup Jasman.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....