Pimpin Upacara Harkitnas Ke-118, Wakapolda Sultra Ingatkan Perlindungan Tunas Ban
- 20 Mei 2026 10:33 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di halaman Mapolda Sultra, Rabu, 20 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, dan pengabdian personel Polri dalam menjaga keamanan serta melayani masyarakat.
Upacara dipimpin langsung oleh Wakapolda Sultra Brigjen Pol Gidion Arif Setyawan.
Jajaran pejabat utama Polda Sultra, perwira, serta personel gabungan dari berbagai satuan turut mengikuti jalannya upacara secara khidmat.
Dalam amanatnya, Wakapolda menyampaikan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini memiliki makna tersendiri bagi jajaran Polda Sultra.
Hal itu dikarenakan pelaksanaan agenda tahunan tersebut bertepatan dengan momentum penyambutan Kapolda Sultra yang baru.
"Upacara ini kita gelar karena besok kita akan melakukan penyambutan terhadap Bapak Kapolda baru," ujar Gidion Arif Setyawan.
Semangat perayaan ini diharapkan mampu menjadi pemacu kebangkitan baru bagi kinerja seluruh instansi kepolisian di wilayah Sultra.
Tema Harkitnas ke-118 Tahun 2026, yakni "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara", dinilai sangat relevan dengan tantangan bangsa saat ini.
Tema tersebut mengandung pesan penting tentang perlunya menjaga dan membina generasi muda agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter.
Generasi muda merupakan aset utama bangsa yang akan menentukan arah pembangunan dan masa depan Indonesia ke depan.
Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa dinilai memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melindungi mereka dari berbagai pengaruh negatif.
Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa semangat kebangkitan nasional yang lahir sejak berdirinya Budi Utomo harus terus dijaga di tengah era digital.
Ancaman terhadap persatuan bangsa kini tidak hanya berbentuk fisik melainkan juga melalui penyebaran hoaks, intoleransi, hingga radikalisme.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, seluruh personel Polda Sultra diminta terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan publik.
Aparat kepolisian diharapkan dapat memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di lapangan.
Selain itu, sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas.
Perhatian terhadap masa depan generasi muda juga menjadi poin utama yang disoroti dalam amanat upacara tersebut.
Anak-anak dan pemuda diharapkan mendapat perlindungan dari ancaman narkoba, kenakalan remaja, serta dampak negatif penyalahgunaan media digital.
Melalui pendekatan preventif dan edukatif, Polri diharapkan mampu hadir membangun kesadaran hukum dan memperkuat ketahanan generasi muda.
Menutup amanatnya, pimpinan upacara menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polda Sultra atas dedikasi dalam menjaga situasi kamtibmas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....