Mutiara Pagi: Birrul Walidain Menjadi Jalan Kemuliaan

  • 16 Mei 2026 05:47 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Program acara rutin Mutiara Pagi di pro 1 kendari berlangsung penuh khidmat, Sabtu 16 Mei 2026 dengan menghadirkan H. Ahmad Abdillah Mattinetta, S.S., M.Pd sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan tersebut, beliau membawakan tema Birrul Walidain atau berbakti kepada kedua orang tua, sebuah tema yang menyentuh hati dan mengingatkan pentingnya menghormati jasa orang tua dalam kehidupan seorang anak.

Dalam pembukaannya, diingatkan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan mengenai kerugian besar bagi seseorang yang menyia-nyiakan kesempatan berbakti kepada orang tuanya.

'Celaka dia, celaka dia, celaka dia'. Para sahabat bertanya, Siapakah yang celaka wahai Rasulullah?

Rasulullah SAW menjawab, Orang yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya masih hidup di masa tuanya, namun ia tidak masuk surga karena tidak berbakti kepada keduanya.

Menurut Abdillah, hadis tersebut menunjukkan betapa besar kedudukan orang tua dalam Islam. “Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi karena lalai menghormati dan membahagiakan kedua orang tua,” ungkapnya.

Dalam pemaparannya, Ustad Ahmad Abdillah juga menjelaskan banyak ayat Al-Qur’an dan hadis yang memerintahkan umat Islam untuk senantiasa berbuat baik kepada orang tua. Salah satunya adalah perintah Allah SWT agar manusia tidak hanya menyembah-Nya, tetapi juga memperlakukan kedua orang tua dengan penuh kasih sayang dan penghormatan.

Selain itu, narasumber mengingatkan tentang tiga amalan utama yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW, yakni melaksanakan shalat tepat pada waktunya, berbakti kepada kedua orang tua, dan berjihad di jalan Allah. Dijelaskan, hal ini menjadi bukti bahwa kedudukan birrul walidain sangat tinggi dalam ajaran Islam.

“Berbakti itu bukan hanya memberi materi. Kadang orang tua hanya ingin didengarkan, dihormati, dan diperhatikan oleh anak-anaknya,” tuturnya.

Ustad Ahmad kemudian menjelaskan tiga bentuk utama bakti kepada orang tua, yaitu berbuat baik kepada keduanya, menghormati dan memuliakan mereka dengan penuh kasih sayang, serta senantiasa mendoakan mereka dalam setiap kesempatan.

Suasana diskusi menjadi semakin hangat ketika salah seorang pendengar, Ibu Tiara, mengajukan pertanyaan mengenai cara mendoakan orang tua, khususnya bagi seseorang yang sejak kecil telah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya.

Menanggapi hal tersebut, H. Ahmad Abdillah Mattinetta menjelaskan bahwa kondisi tersebut bukan penghalang untuk tetap berbakti melalui doa.

“Tetap doakan kedua orang tua dengan doa yang terbaik setiap saat. Walaupun kita jauh atau pernah ditinggalkan, doa anak tetap menjadi amal yang mulia,” jelasnya.

Ahmad Abdillah juga mencontohkan doa sederhana yang dapat diamalkan setiap hari, seperti 'Allahummaghfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa'.

Segmen Mutiara Pagi ditutup dengan harapan agar semua pendengar dapat semakin meningkatkan bakti kepada kedua orang tua, baik melalui perkataan, sikap, maupun doa yang tulus setiap hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....