Aksi Kemanusiaan Turun Tangan Peduli Korban Banjir Kendari
- 15 Mei 2026 05:53 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Gerakan sosial bertajuk Gerak Cepat Kolaborasi Turun Tangan Peduli menggelar aksi penggalangan donasi bagi masyarakat terdampak banjir di Kota Kendari. Kegiatan tersebut melibatkan puluhan organisasi mahasiswa, komunitas relawan dan Organda Daerah.
Koordinator Umum Kendari Turun Tangan, Muhammad Sahrun Mubarak mengatakan aksi tersebut bertujuan membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya kepedulian terhadap sesama.
“Tujuan kami menggalang donasi melalui Gerak Cepat Kolaborasi Turun Tangan Peduli ini adalah untuk menyadarkan teman-teman akan pentingnya membantu sesama manusia. Karena sebagaimana tema kami, bukan tentang seberapa besar donasi yang kita berikan, tetapi tentang seberapa besar kepedulian kita untuk membantu sesama,” ujarnya.,Kamis 14 Mei 2026
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan sekitar 15 kolaborator yang terdiri dari himpunan mahasiswa program studi, himpunan mahasiswa jurusan, komunitas relawan, hingga Organda daerah. Secara keseluruhan, sekitar 100 orang turut terlibat dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Penggalangan donasi berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Mei 2026, di tiga titik berbeda di Kota Kendari. Hari pertama dilaksanakan di kawasan lampu merah Pasar Baru, hari kedua di lampu merah McD, dan hari terakhir direncanakan berlangsung di kawasan MTQ Kota Kendari.
Untuk proses penyaluran bantuan, panitia bekerja sama dengan organisasi Kendari Tanggap Bencana yang akan menjadi perpanjangan tangan dalam mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir.
Meski menghadapi kendala cuaca di beberapa titik penggalangan, semangat para relawan tetap tinggi. Menurut Sahrun, kondisi tersebut justru menunjukkan besarnya kepedulian para peserta aksi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga mengungkapkan bahwa respons masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup beragam. Sebagian masyarakat memberikan dukungan penuh, namun ada pula yang mempertanyakan transparansi penyaluran bantuan.
“Sebagian besar masyarakat mendukung, tetapi ada juga yang mempertanyakan apakah bantuan ini benar-benar bisa tersalurkan atau tidak,” ujar Sahrun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....