Pemkot Kendari Siap Alokasikan Program Beasiswa Kurang Mampu

  • 13 Mei 2026 20:37 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,93 miliar untuk program beasiswa bagi siswa kurang mampu pada tahun 2026.

Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Kendari.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Saemina, mengatakan program beasiswa tersebut merupakan upaya nyata dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) di sektor pendidikan.

“Tahun ini kami mengalokasikan beasiswa senilai Rp1,93 miliar yang dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” ujarnya, Rabu 13 Mei 2026.

Saemina menjelaskan, bantuan tersebut akan disalurkan kepada ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Kendari.

Rinciannya, sebanyak 150 siswa tingkat Taman Kanak-kanak (TK), 425 siswa Sekolah Dasar (SD), serta 170 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan menerima manfaat dari program ini.

Menurut Saemina, kebijakan ini menunjukkan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama, meskipun pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran di berbagai sektor.

“Walaupun ada efisiensi anggaran, program beasiswa dan bantuan seragam sekolah gratis tetap menjadi prioritas kami. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan daerah,” jelasnya.

Sejak tahun 2023, Pemerintah Kota Kendari telah menyalurkan bantuan serupa kepada lebih dari 1.000 pelajar. Hal ini menjadi indikator bahwa program tersebut terus berlanjut dan diperkuat setiap tahunnya.

Lebih lanjut, Saemina menegaskan bahwa penetapan penerima beasiswa dilakukan secara selektif dan tepat sasaran. Penerima bantuan diprioritaskan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang belum menerima bantuan pendidikan dari pemerintah pusat, seperti Program Indonesia Pintar (PIP) maupun pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Hal ini kami lakukan agar bantuan dapat merata dan tidak tumpang tindih. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan dukungan pendidikan,” tambahnya.

Selain membantu meringankan beban ekonomi keluarga, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi sekolah serta mencegah terjadinya putus sekolah, khususnya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama.

Melalui program ini, Pemkot Kendari berharap tidak ada lagi anak usia sekolah yang terkendala biaya dalam memperoleh pendidikan yang layak.

Pemerintah juga optimistis bahwa peningkatan akses pendidikan akan berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia serta mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....