Mentan Amran Sulaiman Tinjau Sawah Terdampak Banjir di Amohalo

  • 12 Mei 2026 19:06 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, saat meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Kelurahan Amohalo, Kecamatan Baruga, Selasa, 12 Mei 2026.

Kunjungan kerja ini difokuskan pada pemukiman warga dan lahan persawahan yang mengalami kerusakan akibat luapan Kali Wanggu dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, sedikitnya 95 kepala keluarga terdampak banjir, sementara sekitar 50 hektar lahan sawah mengalami kerusakan cukup parah.

Wali Kota Siska Karina Imran menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian besar dari pemerintah pusat yang memberikan respons cepat terhadap bencana di Kota Kendari.

Kehadiran Menteri Pertanian dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian negara dalam meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan respons cepat dari pemerintah pusat, khususnya Bapak Menteri Pertanian yang langsung hadir melihat kondisi masyarakat,” ujar Siska Karina Imran.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Andi Amran Sulaiman memberikan instruksi tegas kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk segera menangani tanggul Kali Wanggu yang jebol.

Kerusakan tanggul tersebut diidentifikasi sebagai salah satu pemicu utama masuknya debit air ke area persawahan dan pemukiman warga di Amohalo.

Mentan meminta agar proses perbaikan infrastruktur tersebut dapat diselesaikan dalam waktu singkat guna mencegah banjir susulan.

"Kami minta BWS menyelesaikan dalam waktu satu minggu. Ini segera dikerjakan," tegas Andi Amran Sulaiman di sela peninjauan lokasi.

Pemerintah pusat juga telah menyiapkan serangkaian bantuan untuk memulihkan sektor pertanian, mulai dari benih padi gratis hingga penyediaan alat mesin pertanian.

Selain itu, bantuan logistik berupa 30 ton beras dan 1.500 liter minyak goreng disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak di Sulawesi Tenggara.

Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga selama masa pemulihan pascabencana berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....