Musrenbang 2027: Gubernur Sultra Fokus Sinkronisasi Pusat hingga Daerah

  • 07 Mei 2026 17:11 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kolaka - Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menginstruksikan agar arah pembangunan daerah tahun 2027 berbasis pada kolaborasi lintas pemerintahan dan sinergi kebijakan yang terintegrasi.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara yang diselenggarakan di Kabupaten Kolaka, Selasa, 5 Mei 2026.

Gubernur menekankan bahwa perencanaan tidak boleh lagi dilakukan secara sektoral, melainkan harus menyinergikan program antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota.

Pendekatan kolaboratif dinilai sebagai kunci utama agar setiap program pembangunan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam forum tersebut, Andi Sumangerukka menyoroti pentingnya mengatasi ketimpangan pembangunan antara wilayah kepulauan dan daratan di Sulawesi Tenggara.

Wilayah kepulauan akan diprioritaskan pada percepatan infrastruktur dasar serta konektivitas, sedangkan wilayah daratan difokuskan pada penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi dan UMKM.

Sektor ekonomi Sulawesi Tenggara menunjukkan performa positif dengan pertumbuhan mencapai 5,70 persen pada tahun 2025, angka yang melampaui rata-rata nasional sebesar 5,11 persen.

Meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat, tingkat kemiskinan yang masih berada di angka 10,14 persen menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara berkeadilan.

Data makro lainnya menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sultra tahun 2025 mencapai 74,25, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan masuk dalam kategori tinggi.

Selain itu, tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 tercatat sebesar 3,33 persen, angka yang relatif stabil dan termasuk salah satu yang terendah secara nasional.

Menghadapi tahun 2027, Gubernur juga mengingatkan jajarannya mengenai tantangan fiskal, terutama terkait ketergantungan pada dana transfer pusat dan tingginya belanja operasional.

Pengelolaan anggaran ke depan harus dilakukan lebih efektif dengan memastikan setiap belanja berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik.

Penguatan Koperasi Merah Putih turut didorong sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang menghubungkan pelaku usaha kecil dengan kawasan industri di Sultra.

Gubernur berharap Musrenbang kali ini mampu melahirkan dokumen perencanaan yang solid dan visioner demi kemajuan Bumi Anoa di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....