Halo RRI: Dari Parkir, Sampah, Narkoba hingga Pungutan Sekolah

  • 04 Mei 2026 09:10 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Program interaktif Halo RRI yang disiarkan Pro 1 Radio Republik Indonesia pada Senin, 4 Mei 2026, kembali menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai keluhan yang terjadi di lingkungan sekitar. Dalam siaran kali ini, sejumlah isu krusial mencuat, mulai dari persoalan jasa parkir, pengangkutan sampah, dugaan penyalahgunaan narkoba, hingga pungutan kegiatan perpisahan siswa di sekolah.

Keluhan pertama datang dari Ibu Eni, warga Kendari, yang menyoroti praktik jasa parkir di kawasan pasar. Ia mengungkapkan bahwa petugas parkir kerap langsung meminta bayaran meskipun pengendara belum benar-benar meninggalkan kendaraannya, bahkan saat hanya berhenti sebentar.

“Kadang kita masih di atas motor atau cuma singgah sebentar, tapi sudah diminta uang parkir. Ini sangat meresahkan,” ujar Ibu Eni dalam sambungan teleponnya.

Menanggapi hal ini, penyiar menekankan pentingnya penertiban dan pengawasan dari pihak terkait agar praktik parkir tetap berjalan sesuai aturan serta tidak memberatkan masyarakat.

Selain itu, persoalan pengangkutan sampah juga kembali menjadi perhatian. Sejumlah pendengar mengeluhkan masih terjadinya keterlambatan pengangkutan yang berdampak pada penumpukan sampah di beberapa titik. Kondisi ini dinilai mengganggu kebersihan lingkungan dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

Suasana siaran semakin hidup saat masuknya laporan dari Pak Laode Dio, warga Jatimekar, yang menyampaikan kekhawatiran terkait dugaan aktivitas penyalahgunaan narkoba di sekitar wilayahnya, tepatnya di area yang melintasi kantor lurah.

“Kami sebagai warga cukup resah, karena aktivitas ini seperti terjadi berulang. Kami berharap ada perhatian serius dari aparat,” ungkapnya.

Penyiar kemudian menggarisbawahi bahwa laporan tersebut merupakan hal serius yang membutuhkan tindak lanjut dari aparat penegak hukum dan pemerintah setempat, serta mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan aktif melapor melalui jalur resmi.

Tak hanya melalui sambungan telepon, keluhan juga datang melalui pesan WhatsApp dari Ibu Mega, warga Lepo-Lepo. Ia menyampaikan keberatannya terkait adanya pengumpulan uang perpisahan di sekolah yang dirasakan cukup membebani siswa dan orang tua.

Menurutnya, kegiatan tersebut seharusnya tidak menjadi kewajiban yang memberatkan, mengingat kondisi ekonomi setiap keluarga berbeda-beda.

Menanggapi berbagai aspirasi yang masuk, rri kendari menegaskan bahwa seluruh laporan dan keluhan masyarakat akan diteruskan kepada pemangku kepentingan yang berwenang untuk mendapatkan klarifikasi dan solusi yang tepat.

Program Halo RRI kembali membuktikan perannya sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, di mana setiap suara yang disampaikan diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan pelayanan publik ke depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....