BMKG Sultra: Musim Kemarau Diprediksi Juni 2026

  • 29 Apr 2026 10:48 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca terkini. Meski cuaca mulai terasa panas, BMKG menegaskan bahwa secara teknis wilayah Sulawesi Tenggara belum memasuki musim kemarau.

Forecaster BMKG Stasiun Klimatologi Sultra, Ana Ifadatun Nisa, S.Tr.Klim, menjelaskan bahwa awal musim kemarau di Bumi Anoa baru akan dimulai secara bertahap pada pertengahan tahun ini.

"Perkiraan untuk wilayah Sulawesi Tenggara sebenarnya belum masuk musim kemarau. Perkiraan musim kemarau itu akan terjadi awal bulan Juni, dan sebagian besarnya akan terjadi pada bulan Juli," ujar Ana dalam pernyataannya kepada RRI Kendari, Selasa 28 April 2026.

Lebih lanjut, Ana memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai standar yang digunakan BMKG dalam menetapkan status musim. Menurutnya, kategori musim kemarau tidak hanya dinilai dari suhu udara yang panas atau ketiadaan hujan semata, melainkan berdasarkan intensitas curah hujan yang terukur.

BMKG menggunakan satuan dasarian (periode 10 hari) sebagai tolok ukur. Suatu wilayah dikatakan masuk musim kemarau jika curah hujan berada di bawah ambang batas tertentu secara konsisten.

"Di BMKG sendiri kategori musim kemarau itu beda, bukan cuma yang panas atau hujan. Jadi ada batasnya yaitu 50 milimeter per dasarian. Jadi misalkan 50 milimeter per dasarian selama satu bulan, itu berarti baru masuk musim kemarau," jelasnya.

Dengan adanya prediksi bahwa sebagian besar wilayah Sultra baru akan memasuki musim kemarau pada bulan Juli, masyarakat diharapkan dapat mengatur penggunaan air bersih dan tetap memantau informasi cuaca resmi dari BMKG.

Pihak BMKG akan terus memperbarui data perkembangan iklim guna memastikan sektor pertanian dan manajemen sumber daya air di Sulawesi Tenggara dapat melakukan langkah antisipasi yang tepat sebelum puncak kemarau tiba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....