Sultra Bakal Jadi Simpul Baru Konektivitas Udara Indonesia Timur
- 29 Apr 2026 08:19 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - TNI Angkatan Udara (TNI AU) berencana menempatkan skuadron pesawat tempur TNI di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Langkah TNI tidak hanya dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat pertahanan nasional, tetapi juga sebagai pintu masuk transformasi kawasan menuju pusat konektivitas baru di Indonesia timur.
Di balik agenda modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), kebijakan ini membawa implikasi lebih luas bagi pengembangan wilayah. Pangkalan Udara (Lanud) Haluoleo yang diproyeksikan menjadi lokasi penempatan skuadron tempur, dinilai memiliki posisi geopolitik yang krusial dalam mendukung mobilitas udara dan stabilitas kawasan.
Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI M Tonny Harjono, mengungkapkan pemilihan Sultra didasarkan pada letaknya yang strategis sebagai gerbang menuju kawasan timur Indonesia. Dengan penguatan kekuatan udara, wilayah ini diharapkan mampu menjadi titik tumpu operasi sekaligus pengawasan udara nasional.
“Pengembangan ini masih dalam tahap perencanaan, termasuk penentuan jenis pesawat tempur yang akan ditempatkan. Namun secara konsep, Sultra memiliki nilai strategis yang sangat penting,” ujar Marsekal TNI M Tonny Harjono pada Semarak Dirgantara di eks MTQ Kendari, Senin (27/4/2026).
Dia mengungkapkan, tak hanya menghadirkan alutsista modern, TNI AU juga merancang penguatan satuan Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) serta peningkatan jumlah personel. Menariknya, pendekatan pembangunan kekuatan ini juga diiringi dengan upaya pemberdayaan sumber daya manusia lokal.
"Putra-putri daerah akan diberi peluang lebih besar untuk bergabung dengan TNI AU melalui jalur pendidikan militer, kemudian kembali mengabdi di wilayah asalnya. Skema ini dinilai mampu menciptakan keterlibatan langsung masyarakat dalam sistem pertahanan negara," ungkapan.
Di sisi lain, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, mengatakan, Pemerintah Provinsi Sultra melihat kebijakan ini sebagai momentum akselerasi pembangunan daerah. Dimana pengembangan Lanud Haluoleo berpotensi melampaui fungsi militer semata.
Orang Nomor Satu di Bumi Anoa ini mengungkapkan, dorongan untuk meningkatkan status pangkalan menjadi bertaraf internasional dapat membuka akses baru bagi Sultra dalam jaringan penerbangan global, baik untuk kepentingan logistik, investasi, maupun mobilitas masyarakat.
“Ini bukan hanya soal pertahanan. Kita melihat peluang besar untuk membuka konektivitas internasional yang selama ini masih terbatas,” ungkapnya.
Lebih jauh, Purnawirawan Jenderal TNI AD ini menekankan bahwa kehadiran fasilitas strategis tersebut akan menciptakan efek berganda, mulai dari peningkatan ekonomi lokal hingga terbukanya lapangan kerja baru, termasuk di sektor militer dan pendukungnya.
"Rencana ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Sulawesi Tenggara mulai diposisikan sebagai kawasan penting dalam peta pembangunan nasional, tidak hanya sebagai wilayah penyangga, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan baru di kawasan timur Indonesia," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....