Tamalaki Kembali Bersinar: Ksatria Tolaki Hidup di Panggung Budaya Modern
- 28 Apr 2026 10:44 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Penampilan pasukan Tamalaki, ksatria tradisional dari Suku Tolaki, semakin menarik perhatian masyarakat dalam berbagai festival budaya di Sulawesi Tenggara. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana pelestarian nilai-nilai adat yang mulai dikenal kembali oleh generasi muda.
Dalam beberapa kegiatan budaya yang digelar di Kendari dan Kolaka, pasukan Tamalaki tampil memukau dengan pakaian adat lengkap serta senjata tradisional. Mereka hadir sebagai simbol ksatria penjaga adat yang telah dikenal sejak masa Kerajaan Konawe.
Tamalaki mengenakan busana adat yang disebut Babu Ndamalaki, lengkap dengan ikat kepala merah sebagai lambang keberanian serta senjata seperti parang dan tombak. Selain tampil dalam parade, mereka juga berperan dalam mengawal simbol adat seperti Kalosara, yang merupakan lambang persatuan dan hukum adat masyarakat Tolaki.
Menurut La Ode Rahman, seorang tokoh adat di Konawe, keberadaan Tamalaki bukan sekadar bagian dari pertunjukan budaya.
“Tamalaki adalah simbol kehormatan masyarakat Tolaki. Nilai keberanian, kejujuran, dan tanggung jawab yang mereka bawa harus terus diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Wa Ode Sitti Nurhayati, budayawan lokal di Kendari. Ia menilai bahwa kemunculan Tamalaki di media sosial memberikan dampak positif terhadap pelestarian budaya.
“Visual Tamalaki yang kuat dan khas membuat generasi muda tertarik untuk mengenal budaya mereka sendiri. Ini peluang besar untuk edukasi budaya secara modern,” jelasnya.
Sementara itu, Andi Saputra, salah satu pemuda yang terlibat dalam pertunjukan Tamalaki, mengaku bangga bisa mengenakan kostum tersebut.
“Kami tidak hanya tampil, tapi juga belajar tentang makna di balik setiap atribut yang digunakan. Ini membuat kami lebih menghargai budaya sendiri,” katanya.
Kehadiran Tamalaki di berbagai panggung budaya menjadi bukti bahwa tradisi dapat terus hidup di tengah perkembangan zaman. Dengan dukungan tokoh adat, budayawan, dan generasi muda, ksatria dari Suku Tolaki ini tidak hanya dikenang sebagai bagian sejarah, tetapi juga menjadi simbol identitas dan kebanggaan budaya yang terus dijaga hingga kini. (Muh.Aqil – FKIP UHO)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....