Dampak FOMO Terhadap Keputusan Investasi Generasi Muda

  • 22 Apr 2026 18:47 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) kian memengaruhi keputusan investasi di kalangan generasi muda. Hal ini mengemuka dalam pembahasan bersama Deputi Kepala Wilayah Sulawesi Tenggara PT Bursa Efek Indonesia, yang menyoroti bagaimana dorongan psikologis dapat membentuk perilaku finansial.

Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa secara ekonomi, manusia memang “didesain” untuk merespons peluang keuntungan. Ketika melihat potensi profit, seseorang cenderung terdorong untuk segera menyimpan atau menempatkan dana pada instrumen investasi, baik secara langsung di pasar modal maupun melalui perantara seperti perusahaan sekuritas.

“Kalau ada potensi untung, secara naluri kita akan tertarik untuk ikut berinvestasi. Aktivitas investasi bisa dilakukan langsung atau melalui pihak seperti Indo Premier Sekuritas dan lainnya,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa fenomena FOMO tidak selalu berdampak negatif. Dalam kondisi tertentu, FOMO justru dapat menjadi pemicu awal bagi generasi muda untuk mulai berinvestasi. Namun, hal tersebut harus disertai dengan pemenuhan syarat-syarat yang tepat.

“FOMO itu ada bagusnya, sepanjang syarat-syaratnya dipenuhi. Kita harus yakin dengan instrumen investasi yang dipilih, bukan sekadar ikut-ikutan. Harus ada target yang jelas dan terukur,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keputusan investasi yang hanya didasarkan pada tren atau dorongan sesaat berisiko menimbulkan kerugian. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan mampu membekali diri dengan literasi keuangan yang baik, memahami profil risiko, serta melakukan analisis sebelum mengambil keputusan.

Dengan pendekatan yang tepat, fenomena FOMO dapat diarahkan menjadi motivasi positif untuk membangun kebiasaan investasi sejak dini, bukan sekadar mengikuti arus tanpa perencanaan yang matang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....