Pemda Kolaka Timur Antisipasi Kekeringan dan Karhutla
- 22 Apr 2026 18:47 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Tirawuta - Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah menggelar rapat koordinasi antisipasi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kantor Bupati Koltim, Rabu, 22 April 2026.
Rapat ini dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Kolaka Timur, Yosep Sahaka, guna membahas langkah mitigasi dampak musim kemarau tahun ini.
Kegiatan tersebut fokus pada penguatan pencegahan Karhutla serta peningkatan sinergi lintas sektor antara pemerintah, TNI, Polri, dan relawan.
Dalam aspek mitigasi, Pemda Koltim menyiapkan langkah konkret untuk menjaga ketersediaan air bersih serta mendukung keberlanjutan pengairan lahan pertanian.
Pengawasan di titik-titik rawan Karhutla mulai diperketat guna menekan potensi kebakaran yang kerap meningkat saat cuaca ekstrem.
Yosep Sahaka menegaskan bahwa kesiapsiagaan seluruh pihak sangat diperlukan agar dampak musim kemarau tidak mengganggu stabilitas ekonomi warga.
“Seluruh instansi terkait harus tetap siaga dan aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” tegas Yosep Sahaka.
Sekda Kolaka Timur, Rismanto Runda, meminta seluruh OPD memastikan kesiapan sarana prasarana dan sumber daya manusia di lapangan.
Menurutnya, koordinasi teknis yang matang menjadi kunci agar penanganan kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“Kita harus memastikan kesiapan sejak dini, baik dari sisi perencanaan, ketersediaan sarana prasarana, hingga sumber daya manusia,” ujar Rismanto Runda.
Kepala BPBD Kolaka Timur, Dewa Made Ratmawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap wilayah yang memiliki risiko tinggi.
Identifikasi titik rawan tersebut diikuti dengan penyiapan langkah penanganan darurat bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
“BPBD bersama instansi terkait telah melakukan identifikasi titik-titik rawan serta menyiapkan langkah penanganan darurat,” jelas Dewa Made Ratmawan.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan guna menghindari potensi bencana yang lebih besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....