Gudang Transit Bulog di Buton Tengah Mulai Beroperasi
- 22 Apr 2026 18:44 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Buton Tengah - Pemerintah Kabupaten Buton Tengah mulai mengoperasikan gudang transit untuk mempercepat distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah tersebut.
Langkah ini diambil untuk menjamin ketersediaan bahan pokok dan menekan harga pasar yang sempat tinggi pasca Lebaran.
Manager Administrasi dan Pengawasan Bulog Sultra, Nurhayati, menyatakan bahwa gudang sementara ini menjadi solusi cepat untuk menjawab kebutuhan sembako masyarakat.
Menurutnya, fasilitas tersebut sangat strategis untuk memastikan kelancaran distribusi pangan sebelum gudang permanen dibangun.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah meminjamkan fasilitas gudang sebagai tempat operasional sementara. Ini menjadi solusi cepat untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap sembako dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, menjelaskan bahwa gudang ini berfungsi memotong jalur distribusi sehingga harga dapat ditekan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Saat ini, beras SPHP di Buton Tengah dijual pada kisaran Rp60.000 hingga Rp61.000 per karung, lebih murah dari HET sebesar Rp62.500.
“Hari ini kita wujudkan apa yang sudah kita rencanakan. Gudang sementara ini menjadi solusi awal sebelum pembangunan gudang permanen Bulog di Buton Tengah,” kata Azhari.
Untuk wilayah terluar seperti Kecamatan Talaga, harga maksimal dipatok Rp62.000 guna menjaga keterjangkauan di daerah pesisir.
Selain beras, intervensi juga dilakukan pada komoditas minyak goreng dengan batas harga jual maksimal Rp19.000 per liter di tingkat pasar.
Bupati menegaskan pengawasan ketat akan dilakukan terhadap kios pangan mitra resmi agar tidak ada penyimpangan harga.
Pihaknya tidak segan untuk mencabut izin atau memutus kerja sama bagi pedagang yang menjual di atas harga kesepakatan.
“Kalau ada yang melanggar, langsung kita putus kerja samanya. Tidak boleh ada permainan harga di Buton Tengah,” tegas Azhari.
Pemerintah daerah juga merencanakan subsidi tambahan melalui APBD Perubahan agar harga pangan dapat turun lebih signifikan.
Terkait infrastruktur jangka panjang, pembangunan gudang permanen Bulog dijadwalkan memulai tahap fisik pada September 2026 mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....