Eksistensi Team Tenggara Heritage Guardian Kendari

  • 22 Apr 2026 07:01 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Komunitas Tenggara Heritage Guardian (THG) turut meramaikan acara “Sultra Malam Ini” yang digelar pada Senin, 20 April 2026. Dalam suasana santai namun penuh makna, obrolan komunitas ini menjadi ruang diskusi terbuka tentang pentingnya menjaga warisan budaya di tengah arus modernisasi.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah anggota dan penggiat komunitas yang aktif dalam pelestarian sejarah serta budaya lokal Sulawesi Tenggara. Diskusi yang berlangsung menyoroti peran generasi muda dalam menjaga identitas daerah, terutama di era digital yang serba cepat.

Dalam obrolan tersebut, perwakilan THG menyampaikan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya menjaga situs atau tradisi, tetapi juga bagaimana membuatnya tetap relevan bagi generasi sekarang. Salah satu pendekatan yang dibahas adalah pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi dan kampanye budaya.

“Anak muda harus dilibatkan, bukan hanya sebagai penonton tapi juga pelaku. Konten digital bisa jadi jembatan untuk mengenalkan sejarah dan budaya dengan cara yang lebih menarik,” ungkap salah satu anggota komunitas dalam diskusi.

Selain itu, masuknya budaya luar dan perkembangan gaya hidup modern juga menjadi perhatian. Komunitas THG menilai bahwa keterbukaan terhadap perubahan tetap perlu diimbangi dengan penguatan identitas lokal agar tidak tergerus zaman.

Acara “Sultra Malam Ini” sendiri menjadi wadah bagi berbagai komunitas untuk berbagi gagasan dan pengalaman. Kehadiran THG menambah warna diskusi, khususnya dalam isu pelestarian heritage yang kini semakin relevan.

Melalui forum seperti ini, diharapkan kolaborasi antar komunitas di Sulawesi Tenggara semakin kuat, sehingga upaya menjaga warisan budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab segelintir pihak, tetapi gerakan bersama masyarakat luas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....