Dinamika Inflasi Terhadap Daya Beli Masyarakat

  • 16 Apr 2026 07:04 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Dinamika inflasi dan dampaknya terhadap daya beli masyarakat menjadi topik utama dalam program 'Sultra Sore' yang menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ernawati, SE., M.E. Dalam diskusi tersebut, Prof. Ernawati menyoroti ketimpangan dampak ekonomi antara kelompok masyarakat menengah ke atas dan menengah ke bawah.

Menurutnya, dalam beberapa periode terakhir terjadi fenomena di mana pertumbuhan ekonomi yang tercermin dari peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) cenderung lebih dinikmati oleh kelompok masyarakat menengah ke atas. Sementara itu, tekanan inflasi justru lebih dirasakan oleh kelompok masyarakat menengah ke bawah.

“Secara makro, kita melihat PDRB meningkat, yang artinya aktivitas ekonomi tumbuh. Namun, tidak semua lapisan masyarakat merasakan manfaat yang sama. Kelompok menengah ke bawah justru lebih terdampak oleh kenaikan harga kebutuhan pokok,” kata Prof. Ernawati, Rabu 15 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa inflasi secara langsung menurunkan daya beli masyarakat karena harga barang dan jasa meningkat, sementara pendapatan tidak selalu mengalami penyesuaian yang sebanding. Kondisi ini menyebabkan masyarakat harus mengurangi konsumsi atau mengubah pola belanja mereka ().

Lebih lanjut, Prof. Ernawati menegaskan bahwa kelompok berpenghasilan rendah paling rentan terhadap inflasi karena sebagian besar pengeluaran mereka dialokasikan untuk kebutuhan pokok. Ketika harga kebutuhan dasar naik, dampaknya terasa signifikan terhadap kesejahteraan mereka.

Dalam konteks survei masyarakat, ia menyebutkan bahwa penting untuk memetakan kelompok berdasarkan tingkat pendapatan, pola konsumsi, dan sensitivitas terhadap perubahan harga. Survei tersebut umumnya membagi responden ke dalam kategori menengah ke atas dan menengah ke bawah untuk melihat perbedaan dampak inflasi secara lebih jelas.

“Hasil survei biasanya menunjukkan bahwa kelompok menengah ke atas masih memiliki daya tahan karena memiliki tabungan atau aset. Sebaliknya, kelompok menengah ke bawah cenderung mengalami penurunan daya beli yang lebih cepat,” jelasnya.

Diskusi ini juga menyoroti bahwa inflasi tidak hanya berdampak pada konsumsi rumah tangga, tetapi juga berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Penurunan daya beli dapat mengurangi permintaan barang dan jasa, yang pada akhirnya memperlambat aktivitas ekonomi ().

Melalui forum “Sultra Sore”, Prof. Ernawati mendorong adanya kebijakan yang lebih berpihak pada kelompok rentan, seperti pengendalian harga kebutuhan pokok dan program perlindungan sosial, guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi.

Acara ini menjadi pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari angka PDRB, tetapi juga dari sejauh mana kesejahteraan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....