Dorong Inklusi Keuangan, OJK Sultra Gelar Edukasi bagi Puluhan Petani di Konsel

  • 14 Apr 2026 18:46 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Konawe Selatan - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan menyelenggarakan edukasi keuangan bagi petani kakao di Aula Dinas TPHP Konsel, 9–10 April 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai produk keuangan formal, pengelolaan keuangan usaha tani, serta alternatif pembiayaan untuk pengembangan usaha.

Sebanyak 86 petani kakao berpartisipasi dalam program ini guna memperkuat kapasitas usaha di salah satu sektor komoditas unggulan wilayah Sulawesi Tenggara tersebut.

Penguatan literasi dan inklusi keuangan dipandang sebagai langkah penting agar petani mampu memanfaatkan layanan perbankan secara bijak dan bertanggung jawab.

Manajer Madya OJK Sultra Desiyani Patra Rapang menjelaskan bahwa Kabupaten Konawe Selatan memiliki peran strategis sebagai sentra pengembangan kakao.

Sinergi lintas instansi diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan yang selama ini menjadi kendala bagi pelaku usaha di sektor pertanian.

"Penguatan literasi dan inklusi keuangan merupakan langkah penting dalam mendorong petani agar lebih memahami layanan keuangan formal," ujar Desiyani.

Selain edukasi, OJK juga melaksanakan survei akses keuangan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai profil kebutuhan pembiayaan para petani.

Hasil survei tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan program pembiayaan yang lebih tepat sasaran dan adaptif bagi karakteristik daerah.

Kepala Dinas TPHP Konawe Selatan Samsul menekankan bahwa kolaborasi berkelanjutan diperlukan agar petani memperoleh akses modal yang mudah dan terjangkau.

Akses keuangan yang memadai diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta daya saing kakao baik di tingkat daerah maupun nasional.

Transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih produktif dan inklusif menjadi fokus utama dalam ekosistem pembangunan ekonomi di Konsel.

Pemerintah daerah menyatakan dukungannya terhadap inisiatif yang memperkuat kapasitas petani melalui perluasan layanan keuangan formal.

Dengan literasi keuangan yang lebih baik, petani diharapkan memiliki ketahanan usaha yang lebih kuat dalam menghadapi dinamika pasar.

Menurut Desi, upaya ini diproyeksikan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat tani secara luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....