Musim Kemarau di Sultra di Prediksi Awal Juni 2026
- 10 Apr 2026 12:09 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID Kendari - Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkirakan musim kemarau akan di terjadi pada awal Juni 2026.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sultra Kusairi mengatakan masyarakat perlu mempersiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi musim kemarau. Di sektor pangan para petani di imbau dapat menyesuaikan pola tanam dengan prakiraan musim yang di release BMKG.
“Petani juga di sarankan untuk memilih varitas tanaman yang tahan kekeringan serta memiliki siklus tanam lebih pendek, selain itu pengelolaan sumber daya air juga perlu menjadi perhatian melalui revitalisasi waduk, perbaikan jaringan distribusi air serta memastikan ketersediaan air bagi kebutuhan masyarakat,” tutur Kusairi di Kendari, Jumat 10 April 2026.
Ia juga mengingatkan agar kapasitas air pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dapat dijaga agar operasional pembangkit tetap terjaga dan stabil selama musim kemarau.
“Kami juga meminta masyarakat menjaga ketahanan tubuh karena kualitas udara pada musim kemarau lebih rentan terhadap pulutan, selain itu resiko kebakaran hunian serta kebakaran hutan dan lahan perlu diantisipasi sejak dini,” imbaunya.
BMKG Klimatologi Sultra mencatat awal musim kemarau di sebahagaian wilayah di provinsi Sultra di perkirakan maju satu hingga tiga dasarian di bandingkan kondisi normal.
Sekitar lima persen wilayah diperdiksi mengalami awal musim kemarau hingga satu bulan dan 37 persen wilayah lainnya maju satu dasarian atau 10 hari wilayah yang di perkirakan paling awal memasuki musim kemarau pada awal juni 2026 Bombana, Konawe, Konawe Selatan sementara wilayah kepulauan Muna, Muna Barat Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, Buton Utara dan kota BauBau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....