Pemkot Kendari Bakal Revitalisasi 1.200 Rumah Tidak Layak Huni

  • 10 Apr 2026 12:06 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID Kendari - Pemerintah kota (Pemkot) Kendari Terus berupaya menekan angka kawasan pemukiman kumuh.

Saat ini rumah tidak layak huni yang ada di kota Kendari diperkirakan mencapai 4.300 rumah yang tersebar di berbagai wilayah dan pada tahun ini sebanyak 1.200 rumah tidak layak huni akan di revitalisasi dengan dukungan dana dari berbagai sumber anggaran.

Wali kota Kendari Siska Karina Imran mengatakan penanganan rumah tidak layak huni terus dilakukan secara bertahap guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terkhususnya yang tinggal di lingkungan dengan kondisi yang kurang layak.

“Jumlah rumah tidak layak huni di kota kendari saat ini di perkirakan mencapai 4.300 unit tersebar di sejumlah wilayah di antaranya kecamatan Nambo, kecamatan Kendari, serta kawasan lain dan kondisi ini menjadi perhatian serius pemkot kendari,” tutur Siska Karina Imran di Kendari, Jumat 10 April 2026.

Menurut Siska pada tahun ini pemkot kendari menargetkan revitalisasi rumah tidak layah huni sebanyak 1.200 rumah, program ini diharapkan mampu mengurangi secara signifikan jumlah kawasan kumuh sekaligus memberikan hunian yang lebih sehat dan nyaman bagi warga.

“Untuk merealisasikan program tersebut kita mengandalkan sejumlah sumber pendanaan diantarannya dana aspirasi DPR RI, reward dari kementrian perumahan serta dukungan anggaran pendapatan belanja dan Daerah (APBD) Kota Kendari,” jelasnya.

Lebih lanjut Siska Karina Imran mengatakan bantuan rumah tidak layak huni ini tidak diberikan secara sembarangan namun pemerintah akan memberikan dengan kriteria ketat bagi calon penerima seperti masyarakat berpenghasilan rendah dan dibawah UMR, terdaftar dalam data tunggal sosial ekonomi (DTKS) sesuai tingkat kesejahteraan.

“Jadi dalam pelaksanaannya kita tidak akan memberikan secara sembarangan namun melalui beberapa kriteria yang telah di tentukan dan serta lolos verifakasi lapangan oleh tim guna memastikan kelayakan penerima bantuan,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....