Gubernur Sultra Wawancara Langsung Calon Pejabat Lingkup Provinsi

  • 06 Apr 2026 08:00 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menerapkan sistem meritokrasi dalam mewujudkan birokrasi profesional di kantor Gubernur Sultra.

Gubernur melakukan wawancara langsung dengan calon pejabat administrator dan pengawas di lingkup pemerintah provinsi.

Proses ini bertujuan memastikan setiap pejabat memiliki kompetensi mumpuni dari aspek kemauan, kemampuan, serta integritas.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultra Andi Khaeruni menjelaskan bahwa wawancara telah berlangsung sejak Senin (30/3/2026) di sela agenda Gubernur.

"Hingga hari Kamis proses wawancara masih berlangsung dan akan dilanjutkan pekan depan," ujar Andi Khaeruni, Jumat (3/4/2026).

Gubernur ingin memastikan pengangkatan pejabat bebas dari praktik gratifikasi maupun nepotisme.

Tahapan ini menjadi penilaian langsung terhadap kompetensi dan potensi aparatur di luar prosedur administratif semata.

Profesionalisme menjadi dasar utama dalam penentuan jabatan melalui pendekatan sistem merit tersebut.

Prinsip penempatan orang yang tepat pada tempat yang tepat diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Rekrutmen pejabat administrator dan pengawas ini berawal dari usulan masing-masing kepala perangkat daerah.

BKD kemudian melakukan asesmen portofolio kandidat meliputi pangkat, pendidikan, pengalaman, kinerja, hingga keterampilan manajerial.

Tiga kandidat terbaik pada setiap jabatan diajukan kepada Gubernur untuk menjalani sesi wawancara.

Wawancara tersebut merupakan tahapan terakhir sebelum kandidat diusulkan ke Badan Kepegawaian Negara untuk persetujuan teknis.

Pemerintah Provinsi Sultra juga telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kerja sama ini berkaitan dengan implementasi sistem merit melalui penerapan manajemen talenta di lingkungan ASN Sultra.

Penandatanganan dilakukan di Kantor BKD Jawa Barat pada 2 April 2026 oleh pejabat terkait dari kedua provinsi.

Agenda selanjutnya adalah pemagangan untuk alih teknologi penggunaan aplikasi manajemen talenta yang melibatkan dinas kominfo.

Aplikasi tersebut merupakan sistem permodelan yang memetakan talenta ASN berbasis indikator kompetensi dan kualifikasi.

Pemetaan ini menjadi instrumen dalam menentukan pola karier serta suksesi jabatan menggunakan sistem teknologi informasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....