Impor Melonjak, Neraca Perdagangan Sultra Defisit

  • 04 Apr 2026 14:42 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merilis laporan perkembangan ekspor dan impor Februari 2026 pada 1 April 2026 di sultra.bps.go.id. Dalam laporan tersebut, neraca perdagangan daerah tercatat mengalami defisit.

BPS mencatat nilai ekspor Sultra pada Februari 2026 sebesar USD291,74 juta. Sementara itu, nilai impor mencapai USD293,49 juta, sehingga neraca perdagangan mengalami defisit sebesar USD1,74 juta pada bulan tersebut.

Lonjakan impor menjadi faktor utama terjadinya defisit. Nilai impor Sulawesi Tenggara meningkat tajam sebesar 167,02 persen dibandingkan Februari 2025. Peningkatan ini dipicu oleh tingginya impor mesin-mesin atau pesawat mekanik yang mengalami kenaikan signifikan secara tahunan.

Selain itu, impor juga didominasi oleh barang modal yang berperan besar dalam mendukung aktivitas industri. Negara asal impor utama masih didominasi oleh Tiongkok, Singapura, dan Malaysia yang menjadi mitra dagang utama Sultra.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun ekspor mengalami pertumbuhan, tingginya kebutuhan impor terutama untuk mendukung sektor industri memberikan tekanan pada neraca perdagangan. BPS menilai kondisi ini perlu menjadi perhatian dalam upaya menjaga keseimbangan perdagangan daerah ke depan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....