Makna Syawal Momentum Awal Kebaikan dan Istiqomah Umat

  • 04 Apr 2026 07:12 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Bulan Syawal tidak hanya dimaknai sebagai penutup Ramadan, tetapi juga sebagai awal baru dalam menjalankan kebaikan secara berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Dr. H. Danial Idrus dalam program Mutiara Pagi Pro 1, Sabtu 4 April 2026.

Menurutnya, terdapat beberapa makna penting dalam Syawal. Pertama, sebagai momentum kembali kepada fitrah. Kedua, sebagai waktu untuk memulai kebaikan baru. Dan ketiga, sebagai ajakan untuk menjaga keberlanjutan ibadah yang telah dibangun selama Ramadan.

“Yang dimaksud berkelanjutan adalah bagaimana ibadah yang sudah kita biasakan di bulan Ramadan itu tetap kita jaga di bulan Syawal dan seterusnya, meskipun dalam porsi yang sederhana,” ujar Dr. Danial.

Ia juga menguatkan pentingnya istiqomah dengan mengutip firman Allah dalam Surah Fussilat ayat 30:

"Innal-ladziina qaaluu rabbunallahu tsumma istaqaamuu tatanazzalu ‘alaihimul malaaikatu allaa takhaafuu wa laa tahzanuu wa absyiruu bil jannatil latii kuntum tuu’aduun."

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Tuhan kami adalah Allah’ kemudian mereka istiqomah, maka malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata): ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan kepadamu.’”

Menjawab pertanyaan dari pendengar, Ibu Tiara, tentang bagaimana menjaga istiqomah dalam kehidupan sehari-hari, ia menegaskan bahwa kunci utama adalah konsistensi dalam hal kecil.

“Istiqomah itu bukan tentang besar kecilnya amalan, tapi tentang kesinambungan. Mulai dari yang ringan, tapi dilakukan terus-menerus,” tambahnya.

Sebagai penutup, ia mengajak umat Islam untuk tidak menjadikan Ramadan sebagai satu-satunya waktu untuk beribadah secara maksimal, tetapi menjadikannya sebagai titik awal perubahan yang terus berlanjut. Menurutnya, kualitas keimanan seseorang justru terlihat dari konsistensi setelah Ramadan berlalu.

Dengan semangat Syawal, diharapkan setiap individu mampu menjaga nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari hal sederhana seperti menjaga salat tepat waktu, memperbaiki akhlak, hingga meningkatkan kepedulian sosial, menjadi langkah nyata dalam mewujudkan istiqomah yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....