Fisip UHO Lokakarya Pendidikan Berbasis Outcome
- 30 Mar 2026 21:47 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (Fisip UHO) menggelar lokakarya kurikulum berbasis Outcome Based Education (Kurikulum OBE), beberapa waktu lalu.
Hal ini bertujuan untuk menyongsong pendidikan berbasis Outcome.
Kepala Pusat Pengembangan Sistem Pembelajaran dan Kurikulum UHO, Prof. Indriyani Nur, yang juga sebagai pemateri menyatakan bahwa kurikulum OBE tak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi alat strategis mencetak lulusan relevan.
“Kurikulum berdampak bukan hanya soal apa yang diajarkan, tetapi bagaimana mahasiswa mengalami proses pembelajaran yang bermakna,” ujarnya, Minggu (29/3/2026)
Indiyani menjelaskan empat prinsip kurikulum OBE yakni capaian pembelajaran, desain kurikulum, penciptaan peluang belajar, keselarasan antara capaian, penilaian, dan aktivitas pembelajaran.
“Pendidikan harus fleksibel, terintegrasi teknologi digital, membekali mahasiswa dengan kompetensi abad 21 critical thinking, creativity, collaboration, dan communication,” katanya.
Ia menambahkan bahwa, lokakarya ini juga menyentuh aspek teknis tentang menyusun profil lulusan, merumuskan capaian pembelajaran lulusan (CPL), hingga mengevaluasi kurikulum berbasis capaian. Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah tentang Continuous Quality Improvement (CQI).
“Kurikulum OBE bukanlah dokumen mati, melainkan siklus yang terus diperbaiki berdasarkan audit internal, umpan balik pengguna, dan tinjauan manajemen. Kita tidak bisa hanya puas dengan menyusun kurikulum. Harus ada mekanisme evaluasi yang ketat, termasuk survei kepuasan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....