Perbedaan Penetapan Idul Fitri Jangan Picu Perpecahan

  • 20 Mar 2026 12:09 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Perbedaan penentuan Idul Fitri di Indonesia tidak boleh dijadikan alasan untuk perpecahan atau konflik antarumat Islam, melainkan harus disikapi dengan toleransi, kedewasaan, dan rasa persatuan. Hal ini sering terjadi karena perbedaan metode perhitungan (hisab) dan pengamatan hilal (rukyat) yang merupakan hal wajar dalam fikih Islam.

Berikut adalah poin-poin penting dalam menyikapi perbedaan penentuan Idul Fitri:
  • Menghormati Perbedaan: Masyarakat diimbau untuk menghormati perbedaan penetapan 1 Syawal dan tidak membesar-besarkannya.
  • Wujud Toleransi: Perbedaan metode antara Muhammadiyah (hisab) dan Pemerintah/NU (rukyat/hisab) adalah bagian dari ijtihad yang harus dihargai sebagai anugerah.
  • Fokus pada Persatuan: Tokoh agama, termasuk dari Muhammadiyah, menegaskan agar perbedaan ini tidak merusak ukhuwah (persaudaraan) dan tidak memperkeruh suasana.
  • Bukan Alasan Berjarak: Perbedaan hari raya bukanlah alasan untuk berjarak atau terpecah belah.
  • Kedewasaan Beragama: Perbedaan penentuan awal Syawal adalah momen untuk pendewasaan beragama, di mana umat Islam tetap taat pada keyakinan masing-masing namun saling menghargai.
Secara ringkas, perbedaan metode penentuan Idul Fitri adalah hal yang sudah lazim dan diharapkan tidak mengurangi makna kebersamaan dalam berhari raya.
google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....