Pemprov Sultra Dukung Penuh Program Hilirisasi Sektor Perkebunan
- 23 Feb 2026 19:38 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menggenjot semua potensi unggulan sumber daya yang dimilikinya, salah satu potensi unggulan termasuk di sektor perkebunan.
Tahun 2026 ini, sebanyak 15 daerah di jazirah Tenggara Sulawesi ini ditetapkan menjadi sentra produksi komoditas perkebunan.
Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya, mengatakan, untuk di tahun 2026 ini berdasarkan data yang sudah terverifikasi oleh Kementerian Pertanian dan berdasarkan arahan Gubernur Sultra terdapat kurang lebih 15 kabupaten yang akan mendapatkan bantuan untuk tanaman perkebunan baik itu benih maupun pupuknya.
Jenis komoditas bantuan yang disalurkan ke setiap daerah berbeda-beda. Sebab bantuan didasari potensi yang dimiliki daerah tersebut.
"Alhamdulillah di tahun ini, terdapat penyaluran bantuan benih tanaman perkebunan. Dimana bantuan benih tersebut mulai dari tanaman kelapa, kakao, pala, mente, lada dan beberapa jenis komoditas lain," ujarnya, akhir pekan lalu.
Ia juga mengungkapkan, total bantuan benih tanaman perkebunan yang akan disalurkan yakni sebesar Rp 185,137 miliar. Dimana bantuan terbesar itu dialokasikan untuk Kabupaten Kolaka Utara dan Konawe Selatan.
"Untuk di Kolaka Utara bantuan bibit tanaman perkebunan yakni kakao, kelapa dan pala. Sedangkan untuk Konawe Selatan yakni lada, pala dan mete. Sementara untuk wilayah kepulauan didominasi kelapa dan mete," ungkapnya.
Dia menambahkan, bantuan benih tanaman perkebunan ini merupakan bukti nyata dan keseriusan Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra dalam memajukan sektor perkebunan yang ada di Bumi Anoa.
Selain itu, hal tersebut juga merupakan bentuk dukungan Pemprov Sultra dalam menjalankan Program Hilirisasi Sektor Perkebunan yang dicanangkan Pemerintah Pusat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....