Karantina Sultra Sinergi Pengembangan Ekspor Komoditas Unggulan
- 02 Feb 2026 14:36 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Guna penguatan ekspor Komoditi unggulan daerah, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Tenggara (Karantina Sultra) melaksanakan audiensi bersama Gubernur Sulawesi Tenggara.
Salah satu agenda utama yang dibahas dalam audiensi tersebut yakni rencana ekspor tepung tapioka ke negara Tiongkok yang dijadwalkan akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Kepala Karantina Sulawesi Tenggara, A. Azhar, menyampaikan nilai ekonomi ekspor wilayah Sulawesi Tenggara sepanjang tahun 2025 mencapai kisaran enam triliun rupiah.
“Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis kinerja ekspor Sulawesi Tenggara pada tahun-tahun mendatang akan terus meningkat,” ungkap A.Azhar di Kendari, Senin (2/2/2026).
Sementara itu dalam arahannya, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menekankan pentingnya hilirisasi dan penguatan standar mutu sebagai kunci utama dalam mendorong komoditas lokal agar mampu bersaing di pasar internasional.
“Tepung tapioka menjadi salah satu komoditas prioritas karena memiliki peluang ekspor yang besar, merupakan produk hilirisasi, serta didukung oleh ketersediaan bahan baku di daerah,” ujar gubernur Sultra.
Gubernur juga menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan ekspor wilayah Sulawesi Tenggara. Ia mendorong agar sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat guna mempercepat realisasi ekspor komoditas unggulan daerah.
“Melalui pengembangan komoditas yang terarah dan berkelanjutan, diharapkan sektor ekspor mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan data Best Trust Karantina Sultra, sepanjang tahun dua ribu dua puluh lima Karantina Sultra telah memfasilitasi penerbitan dua ribu tiga ratus lima puluh sembilan sertifikat ekspor dengan beragam komoditas. Pada komoditas hewan, ekspor meliputi offsetan kupu-kupu. Sementara itu, komoditas perikanan yang diekspor antara lain gurita, ikan kerapu, udang vaname, ikan tuna, kerang darah, dan ikan kakatua. Adapun komoditas tumbuhan mencakup benih kacang panjang, tetes tebu, kayu akasia, serta kelapa bulat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....