Seni Cadas Tertua Muna Perkuat Jejak Manusia Purba
- 31 Jan 2026 19:38 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, kembali menjadi perhatian dunia setelah ditemukannya seni cadas berusia puluhan ribu tahun. Temuan ini berupa cap tangan manusia yang berada di kawasan gua batu gamping.
Lokasi penemuan berada di Leang Metanduno, yang termasuk wilayah karst dengan jejak prasejarah. Cap tangan tersebut dibuat dengan teknik stensil, yaitu meninggalkan jejak tangan pada dinding gua melalui pigmen yang disemprotkan.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa usia cap tangan ini sangat tua dan melampaui temuan seni cadas sebelumnya di Sulawesi Selatan. Temuan ini sekaligus memperluas pemahaman mengenai sejarah awal ekspresi simbolik manusia modern di kawasan Nusantara.
Penentuan usia dilakukan dengan pendekatan sains material, bukan sekadar perkiraan arkeologis. Teknik yang digunakan adalah penanggalan uranium series berbasis laser ablation pada lapisan kalsit mikroskopis yang menutupi lukisan gua.
Metode tersebut menghasilkan angka umur minimum yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hasil analisis menunjukkan umur 71,6 ± 3,8 ribu tahun, sehingga menetapkan batas usia minimum sebesar 67,8 ribu tahun bagi cap tangan di Liang Metanduno.
Penemuan ini juga menguatkan posisi Wallacea sebagai ruang hidup penting manusia modern awal. Selain sebagai jalur migrasi menuju Sahul atau Australia–Papua, kawasan ini dinilai menyimpan bukti aktivitas budaya manusia yang sangat awal.
Informasi penemuan seni cadas berusia 67.800 tahun di Pulau Muna ini disampaikan dalam Siaran Pers Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) No: 3/SP/HM/BKPUK/I/2026 tanggal 22 Januari 2026, yang menjelaskan temuan kolaborasi BRIN dengan Griffith University dan Southern Cross University, termasuk penggunaan teknik penanggalan laser-ablation uranium-series (LA–U-series) pada lapisan kalsit di atas pigmen.
Temuan tersebut menjadi tonggak penting bagi arkeologi Indonesia sekaligus menegaskan perlunya perlindungan kawasan karst. Para peneliti juga menyerukan agar pelestarian situs seni cadas purba menjadi bagian dari perencanaan tata ruang dan kebijakan pengelolaan sumber daya alam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....