Sektor Perkebunan Rakyat Sultra Hadapi Tantangan Harga Rendah
- 30 Jan 2026 10:10 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - BPS Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mempublikasikan laporan analisis statistik mengenai performa berbagai subsektor pertanian sepanjang Triwulan IV-2025 pada Jumat, 30 Januari 2026.
Publikasi ini membedah kinerja lima subsektor utama, yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat, peternakan, serta perikanan. Data ini sangat penting bagi para pemangku kebijakan untuk memetakan sektor mana saja yang membutuhkan intervensi lebih lanjut.
Berdasarkan publikasi tersebut, subsektor tanaman perkebunan rakyat menjadi penyumbang utama penurunan indeks kesejahteraan petani di awal triwulan keempat. Pada Oktober 2025, subsektor ini merosot tajam hingga 9,24 persen akibat turunnya harga komoditas unggulan di tingkat produsen.
Kondisi ini memberikan dampak domino terhadap nilai tukar petani secara umum di provinsi Sultra, mengingat besarnya ketergantungan wilayah terhadap hasil perkebunan. Selain perkebunan, tekanan ekonomi juga dirasakan oleh para petani di subsektor lainnya.
Laporan menunjukkan adanya penurunan pada subsektor hortikultura sebesar 2,18 persen, tanaman pangan sebesar 0,68 persen, dan sektor perikanan yang terkoreksi tipis 0,44 persen. Penurunan simultan di berbagai lini ini mencerminkan situasi pasar yang kurang menguntungkan bagi produsen lokal selama awal periode Oktober hingga November.
Namun, angin segar mulai berhembus memasuki Desember 2025 ketika indeks harga yang diterima petani mulai merangkak naik secara kolektif. Penguatan harga komoditas hasil tani berhasil mengerek kembali NTP Sultra ke level 103,54. Angka di atas 100 ini memberikan sinyal positif secara rata-rata, petani di Sultra masih memiliki margin keuntungan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian serta biaya produksi mereka.
BPS menekankan keberhasilan melewati tekanan di akhir tahun 2025 merupakan bukti ketangguhan sektor pertanian lokal. Meskipun demikian, pemerintah daerah diharapkan terus memantau volatilitas harga, terutama untuk komoditas yang sangat bergantung pada pasar global.
Publikasi yang dirilis pada akhir Januari 2026 ini diharapkan dapat menjadi rujukan data yang akurat bagi perencanaan program pembangunan pertanian yang lebih berkelanjutan di Sultra.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....