BMKG Imbau Kewasapaadn Cuaca Ekstream

  • 30 Jan 2026 09:27 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap penyebab terjadinya hujan es di Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe.

Fenomena hujan disertai butiran es berukuran kecil tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.00 Wita, Selasa 27 Januari 2026.

Kejadian yang jarang ditemui di wilayah tropis ini mengundang perhatian warga hingga videonya beredar luas di media sosial

Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, menjelaskan hujan es merupakan salah satu bentuk cuaca ekstrem yang dipicu oleh pertumbuhan awan Cumulonimbus yang sangat tinggi.

Kondisi ini umumnya terjadi pada periode awal musim hujan.

"Berdasarkan analisis radar dan citra satelit cuaca, terpantau pertumbuhan awan Cumulonimbus yang cukup masif di wilayah Konawe, khususnya Kecamatan Puriala,” ujar Faizal Kamis 29 Januari 2026.

Ia menyampaikan, awan Cumulonimbus yang terbentuk di wilayah Puriala memiliki ketinggian sekitar 15 kilometer dengan suhu puncak awan mencapai minus 80 derajat Celsius.

Suhu ekstrem ini menyebabkan tetesan air di dalam awan membeku sebelum akhirnya jatuh ke permukaan bumi sebagai butiran es

"Ukuran es yang terlihat dalam video relatif kecil, sekitar satu sentimeter. Namun, ukuran bisa bervariasi tergantung proses pembentukannya di dalam awan,” jelasnya.

Faizal menyebut, wilayah Sultra masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan, seperti hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Sehingga, ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta rutin memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....