Sejarah Baru Dua Srikandi Pimpin BEM UHO Kendari

  • 23 Jan 2026 12:12 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Plt Rektor UHO Dr. Herman, S.H.,LL.M memimpin langsung pelantikan Ketua dan Wakil Ketua BEM serta Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UHO periode tahun 2026.

Moment tersebut juga menjadi catatan sejarah baru, dimana Duet pasangan Fitriyah Nurainun Natiq Mapatarani sebagai Ketua dan Nia Astarina sebagai Wakil Ketua , secara resmi memimpin Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Halu Oleo (UHO).

Ketua BEM UHO, Fitriyah Nurainun Natiq Mapatarani mengatakan kesiapannya memikul amanah. Proses pelantikan ini menjadi awal tanggung jawab besar bagi BEM untuk mengemban amanah selama satu periode ke depan.

"Tentu banyak program yang akan kami jalankan, namun sejak awal diskusi dan proses pencalonan, terdapat dua program strategis yang selalu kami gaungkan dan menjadi perhatian utama, yakni Entrepreneur Mahasiswa dan Perempuan Berani Bersuara,” ujarnya.

Ia menerangkan kedua program tersebut dipandang sebagai program berkelanjutan yang relevan untuk dijalankan tidak hanya pada periode kepengurusan tahun 2026, tetapi juga dapat diteruskan oleh kepemimpinan BEM UHO pada tahun-tahun berikutnya.

"Meski demikian, seluruh program kerja tetap akan kami rumuskan dan matangkan bersama seluruh jajaran pengurus BEM UHO dalam satu tahun ke depan melalui proses diskusi dan musyawarah bersama,” tambahnya.

Ia menyebut alasan menetapkan Entrepreneur Mahasiswa sebagai program prioritas adalah karena melihat tantangan masa depan mahasiswa tidak lagi sebatas bagaimana mencari pekerjaan, tetapi justru bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan. Mahasiswa UHO harus mulai dibekali pola pikir mandiri, kreatif, dan berdaya saing dalam dunia kewirausahaan.

“Program strategis kedua adalah Perempuan Berani Bersuara. Program ini kami rancang sebagai ruang pembelajaran, penguatan, dan pendampingan bagi mahasiswa perempuan, baik secara internal kampus maupun melalui kolaborasi eksternal. Fokus utamanya adalah membangun keberanian, kesadaran, serta kapasitas perempuan untuk menyampaikan gagasan, aspirasi, dan peran strategisnya di ruang publik,” ucapnya.

Fitriyah Nurainun menambahkan sebagai Ketua BEM ia, memandang penting untuk menghadirkan program yang tidak hanya simbolik, tetapi juga substantif dan berdampak langsung.

“Perempuan harus memiliki ruang aman, ruang diskusi, dan ruang aktualisasi untuk tumbuh sebagai pemimpin masa depan,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....