Wakatobi Dorong Sektor Perikanan sebagai Penggerak Ekonomi Maritim

  • 30 Nov 2025 11:36 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari : Pemerintah Kabupaten Wakatobi menegaskan komitmennya menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai motor utama pembangunan daerah. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Wakatobi Safia Wualo pada pembukaan Talk Show Gemarikan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ikan Nasional (Harkanas) 2025 di aula Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) maritim center.

Safia Wualo menyampaikan, bahwa karakter geografis Wakatobi menjadikan sektor maritim sebagai penopang utama kehidupan masyarakat. Sebagaimana Wakatobi memiliki 97 persen wilayah laut.

"Sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat sangat dipengaruhi sektor maritim. Karena itu, visi RPJMD 2025-2029 menetapkan Wakatobi sebagai kabupaten maritim yang sentosa dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai langkah implementasi visi tersebut, sektor perikanan ditetapkan sebagai salah satu sektor unggulan. Data Dinas Perikanan mencatat total produksi perikanan Wakatobi tahun 2024 mencapai 26.389 ton, terdiri dari 22.391 ton produksi perikanan tangkap dan 3.998 ton hasil budidaya.

Pencapaian ini ditopang oleh ribuan pelaku usaha perikanan. “Saat ini ada sekitar 10.000 nelayan, 700 pembudidaya, dan 458 pengolah serta pemasar hasil perikanan yang sudah terdaftar di aplikasi KUSUKA,” jelasnya.

Safia Wualo melanjutkan, Unit Pengolahan Ikan (UPI) skala mikro kecil telah mencapai 150 pelaku dengan 75 jenis produk olahan. Dari jumlah itu, 45 produk telah mengantongi sertifikat halal, sementara sisanya masih dalam proses.

"Kemajuan juga terlihat pada aspek keamanan dan kelayakan pangan. Sebanyak 11 UPI telah memiliki Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) dan menerapkan Good Manufacturing Practices (GMP), sementara 10 varian produk memperoleh sertifikat BPOM melalui pendampingan bersama Dinas Perikanan dan BPOM Baubau," terangnya.

Sejak tahun 2023, kata Wakil Bupati, pendampingan bagi pelaku usaha terus dilakukan melalui inovasi pelayanan Sistem Pelayanan Klinik Mutu Terpadu (SIPANDU 5.0). Program tersebut mendorong peningkatan mutu produk perikanan sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Selain memperkuat sektor hulu dan hilir perikanan, pemerintah juga menekankan pentingnya peningkatan konsumsi ikan masyarakat.

“Peningkatan konsumsi ikan sangat berkaitan dengan daya beli produk perikanan dan ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Gemarikan dinilai sejalan dengan upaya daerah dalam memperluas pemanfaatan protein ikan untuk kesehatan masyarakat. Pemerintah daerah menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan.

“Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan sebagai bentuk komitmen daerah menjalankan program nasional agar manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat,” tegasnya.

Safia Wualo menuturkan, Talk Show Gemarikan dapat menjadi ruang berbagi informasi mengenai pentingnya konsumsi ikan sebagai menu harian. Ia berharap agar sektor perikanan Wakatobi terus tumbuh berkelanjutan.

“Semoga kegiatan ini memperkuat budaya konsumsi ikan dan mendukung pencapaian Generasi Emas 2045 di Wakatobi. Semoga perikanan Wakatobi dan Indonesia semakin maju dalam mendukung generasi emas Wakatobi 2045,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....