BMKG Kenalkan Aplikasi INA-WIS untuk Keselamatan Nelayan Kendari
- 29 Okt 2025 20:18 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkenalkan aplikasi inovatif bernama INA-WIS atau Indonesia Weather Information for Shipping yang dirancang khusus untuk membantu nelayan membaca kondisi laut secara akurat.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo mengatakan, aplikasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan laut, sejalan dengan misi Presiden Prabowo untuk membangun kemandirian sektor pesisir dan perikanan.
“Kita ingin nelayan tidak lagi mengandalkan keberuntungan. Dengan INA-WIS, mereka bisa tahu kapan waktu aman melaut, arah angin, tinggi gelombang, hingga daerah potensi ikan. Semua informasi itu dapat diakses langsung lewat ponsel,” jelasnya di Kendari, pekan lalu.
Aplikasi INA-WIS menampilkan peta digital yang memuat informasi cuaca laut secara real time. Nelayan dapat melihat arah dan kecepatan angin, tinggi gelombang, serta arus laut.
Data ini membantu mereka menentukan rute aman dan menghindari area berisiko tinggi.
Tak hanya soal keselamatan, INA-WIS juga membantu nelayan menemukan lokasi potensial penangkapan ikan atau fishing ground.
Ada empat jenis ikan utama yang dipantau, yakni big eye tuna, skip jack tuna, makarel tuna, dan jenis lainnya. Potensi keberadaan ikan ditunjukkan dengan warna biru, kuning, merah dan hijau di peta.
“Nelayan hebat bukan hanya yang berani melaut, tapi yang mampu memadukan pengetahuan tradisional dengan teknologi modern,” kata Eko.
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Sugeng Widarko menambahkan, BMKG sengaja membawa pelatihan literasi cuaca maritim ini langsung ke masyarakat pesisir.
Tujuannya agar nelayan tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memahami cara membacanya.
“Masih banyak nelayan yang belum menyadari bahwa perubahan kecil di darat bisa menandakan kondisi ekstrem di laut. Melalui aplikasi ini, mereka bisa lebih siap dan efisien,” ujar Sugeng.
Dari sisi daerah, Asisten III Setda Kota Kendari, Imran Ismail, menilai langkah BMKG tersebut sangat relevan.
Menurutnya, Kendari yang terletak di bagian timur Teluk Kendari memang rawan gelombang tinggi dan perubahan cuaca mendadak.
Ia menambahkan, periode produksi ikan tertinggi di Kendari biasanya terjadi pada bulan Agustus hingga Maret. Namun, perubahan iklim membuat masa paceklik ikan terjadi lebih cepat, antara Mei hingga Agustus.
Karena itu, pemahaman terhadap kondisi laut menjadi kebutuhan utama bagi nelayan modern.
“Kalau nelayan cerdas membaca cuaca, mereka tidak hanya selamat, tapi juga bisa meningkatkan hasil tangkapan. Itulah tujuan utama dari kegiatan seperti ini,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....