Pj.Wali Kota: Teluk Merupakan Ikon Kota Kendari

  • 28 Jan 2023 16:48 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari : Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu menjelaskan, terdapat empat persoalan besar di Teluk Kendari, yakni sampah dan pencemaran, sedimentasi, penataan teluk yang semraut dan berkurangnya kawasan mangrove dan untuk mengatasi sampah plastik di Teluk Kendari, pemerintah Kota Kendari tanggal 3 Februari 2023 akan mengajak stakeholder untuk sama-sama berwisata sekaligus memungut sampah plastik.

“teluk Kendari merupakan ikon Kota Kendari yang harus dipertahankan dan ditingkatkan untuk dibanggakan. Karena Kota Kendari tidak memiliki sumber daya alam seperti daerah lainnya,” ungkap Asmawa Tosepu saat menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan Ngopi di Teluk Kendari, Sabtu (28/1/2023).

Menurutnya, wilayah Kota Kendari 65 persen diantaranya adalah perairan, dimana dari panjang gari pantai sekira 35,85 km, dimana 23 km diantaranya merupakan garis pantai Teluk Kendari, sehingga Teluk Kendari merupakan aset yang harus dijaga, dengan empat persoalan besar yang dihadapi Teluk Kendari, sehingga pengelolaannya, harus terintegrasi dan komprehensif apalagi pelabuhan samudera kendari merupakan satu dari 6 pelabuhan di Indonesia yang menjadi jalur distribusi.

“dalam konteks pengembangan Teluk Kendari maka, kami ingin menjadikan Teluk Kendari ini sebagai water front city,” ungkapnya.

Menjalankan konsep ini, ungkap Asmawa pemerintah Kota Kendari sedang merevisi konsep Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk menjamin keberlanjutan pembangunan namun tidak mengesampingkan aspek lingkungan dimana dalam RTRW menjelaskan, jika di pesisir Teluk Kendari merupakan kawasan perkantoran, kemudian kawasan pusat kota dan bisnis serta penataan kawasan pemukiman dan untuk kawasan bisnis harus memegang prinsip tanpa sampah dan emisi. Dengan cara terus melakukan edukasi.

“di kawasan Kendari beach saja, sudah sering kali diingatkan silahkan berjualan di malam hari tapi tolong sampahnya pada saat kembali membongkar lapaknya sampahnya ikut diangkut, tapi kenyataan tidak begitu, sampahnya dibuang ke laut, ini persoalan besar,”ungkapnya.

Sehingga salah satu solusinya, pemerintah Kota Kendari akan merevitalisasi seluruh pedagang masuk ke kawasan tambat labuh, sehingga jalanan bebas dari pedagang

Dia berharap, sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Kendari butuh dukungan dari pemerintah pusat dan sinergis semua pihak dalam menjaga dan mengembangkan Teluk Kendari.

Selain Pj Wali Kota Kendari, pembicara dalam acara Ngopi Teluk Kendari yakni, Kepala BRSDM KKP RI Inyoman Radiarta mewakili Menteri Perikanan, Anggota DPD RI Amirul Tamim dan Kadis Perikanan Sulawesi Tenggara mewakili gubernur, hadir juga Kepala PPS Kota Kendari, Kadis Perikanan Kota Kendari, Wakil Ketua Kadin Sultra dan Dekan Fakultas Perikanan UHO.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....