Menelusuri Akulturasi Budaya di Balik Tradisi Lebaran
- 28 Mar 2026 20:07 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari — Tradisi Lebaran di Indonesia menyimpan jejak akulturasi budaya yang panjang sejak masa transisi Hindu ke Islam. Menurut sejarawan Universitas Padjadjaran Fadly Rahman, kata "lebaran" secara harfiah berarti "selesai" yang merujuk pada rampungnya ibadah puasa atau upawasa dalam tradisi Hindu.
Ketupat yang identik dengan Lebaran pertama kali diperkenalkan Sunan Kalijaga pada abad ke-15 sebagai strategi dakwah melalui pendekatan budaya . Sebuah jurnal dalam Journal of Ethnic Foods mencatat bahwa Sunan Kalijaga mengembangkan dua acara setelah Ramadan, yakni Bakda Lebaran dan Bakda Kupat, sebagai bentuk adaptasi dari kebudayaan sebelumnya.
Kata "ketupat" sendiri berasal dari frasa "ngaku lepat" yang berarti mengakui kesalahan. Sementara itu, anyaman janur melambangkan silaturahmi dan bentuk segi empat merepresentasikan empat arah mata angin dengan satu pusat yakni Allah SWT.
Opor ayam yang menjadi hidangan khas Lebaran juga diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga dengan filosofi yang mendalam. Kata "opor" berasal dari apura-ingapura yang berarti saling memaafkan, terinspirasi dari kari India namun telah disesuaikan dengan selera masyarakat Nusantara.
Tradisi Tunjangan Hari Raya atau THR pertama kali diberikan pada tahun 1951 oleh Perdana Menteri Soekiman Wirjosandjojo kepada pamong pradja atau pegawai negeri sipil. Kebijakan ini kemudian mendapat protes dari buruh swasta sehingga pada tahun 1954 Menteri Perburuhan SM Abidin mengeluarkan surat edaran pemberian hadiah lebaran bagi buruh sebesar 1/12 dari upah.
Sementara itu, tradisi mudik telah dikenal sejak era Kerajaan Majapahit dan Mataram Islam. Istilah "mudik" sendiri populer pada tahun 1970-an seiring dengan tingginya arus urbanisasi ke kota-kota besar.
Akulturasi budaya yang dilakukan para ulama terdahulu membuktikan bahwa tradisi dapat menjadi jembatan dakwah yang ramah dan lestari. Hingga kini, ketupat, opor, THR, dan mudik tetap menjadi identitas Lebaran yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....