Tradisi Masiara: Silaturahmi Khas Lebaran Masyarakat Kendari
- 23 Mar 2026 17:36 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari — Tradisi massiara atau masiara menjadi salah satu kebiasaan masyarakat Bugis-Makassar saat merayakan Idul Fitri maupun Idul Adha. Kegiatan ini dilakukan dengan saling mengunjungi rumah keluarga, tetangga, dan kerabat sebagai bentuk silaturahmi.
Masiara memiliki makna yang kuat sebagai upaya mempererat hubungan kekeluargaan. Momen ini juga dimanfaatkan untuk saling memaafkan setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat mendatangi rumah-rumah secara bergiliran. Tuan rumah biasanya menyambut tamu dengan hidangan khas seperti burasa, olahan ayam atau daging, serta aneka kue kering.
Suasana hangat dan penuh kebersamaan menjadi ciri khas dalam tradisi ini. Interaksi yang terjalin memperkuat hubungan sosial yang mungkin sempat renggang karena kesibukan sehari-hari.
Massiara tidak hanya sekadar kunjungan, tetapi juga menjadi refleksi nilai ketakwaan setelah Ramadan. Masyarakat memaknai momen ini sebagai kesempatan kembali suci dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Di wilayah Sulawesi Tenggara termasuk Kendari, tradisi ini tetap dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Kehadirannya menjadi bukti bahwa nilai silaturahmi masih dijunjung tinggi dalam kehidupan masyarakat.
Menurut kajian Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan, tradisi kunjung-mengunjungi saat hari raya di kawasan Bugis-Makassar mencerminkan nilai perdamaian, kekeluargaan, dan solidaritas sosial yang kuat. Praktik ini menjadi bagian dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Dengan demikian, masiara bukan hanya tradisi Lebaran, tetapi juga simbol kebersamaan yang memperkuat ikatan sosial. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadikan tradisi ini tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....