Berada Dimanakah Malam Lailatul Qadar Itu?

  • 18 Mar 2026 04:12 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Ramadhan hampir mencapai penghujungnya. Di banyak masjid di Kota Kendari Provinsi sSulawesi Tenggara, suasana tarawih semakin khusyuk, jamaah kian memadati saf, dan doa-doa dipanjatkan dengan harapan meraih satu malam yang lebih baik dari seribu bulan: malam Lailatul Qadar. Salah Satunya di Masjid Fastabiqul Khairat, suasana hangat dan penuh kekhidmatan terasa saat jamaah menyimak ceramah tarawih yang dibawakan oleh Ustad Zainuddin, S.P. Senin, 16/03/2026.

Dalam ceramahnya, Ustad Zainuddin mengajak jamaah untuk merenungi kembali makna Lailatul Qadar yang selama ini sering dicari dengan berbagai tanda. Ia menekankan bahwa yang terpenting bukan sekadar mengetahui kapan datangnya malam tersebut, tetapi bagaimana seorang muslim mempersiapkan dirinya untuk mendapatkannya.

“Banyak orang bertanya, di manakah letak malam Lailatul Qadar. Padahal Rasulullah sendiri mengajarkan agar kita mencarinya di sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama di malam-malam ganjil. Artinya, kesempatan itu terbuka bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh beribadah,” ujar Ustad Zainuddin di hadapan jamaah.

Ia juga mengingatkan bahwa Lailatul Qadar bukan hanya tentang tanda-tanda alam atau suasana tertentu, melainkan tentang kesungguhan hati dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Malam itu menjadi istimewa bagi mereka yang menghidupkannya dengan shalat, doa, tilawah Al-Qur’an, dan istighfar.

“Sesungguhnya Lailatul Qadar itu bukan sekadar malam yang dicari dengan mata, tetapi diraih dengan hati yang bersih, ibadah yang sungguh-sungguh, dan niat yang ikhlas. Siapa yang menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan iman dan harap pahala dari Allah, maka ia berpeluang besar mendapatkannya,” tutur Ustad Zainuddin.

Ceramah tersebut menjadi pengingat bagi jamaah bahwa Ramadhan belum berakhir. Masih ada kesempatan untuk memperbanyak amal dan memperbaiki diri di sisa hari yang ada. Di Masjid Fastabiqul Khairat, pesan itu terasa begitu kuat: jangan sampai Ramadhan pergi, sementara kita belum benar-benar berusaha meraih malam kemuliaan itu.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....