Cerdas Memilih Buah Kurma Dipasaran
- 25 Feb 2026 22:01 WIB
- Kendari
RRI.CO. ID, Kendari - Memasuki masa di mana kesadaran kesehatan meningkat, kurma bukan lagi sekadar hidangan berbuka puasa, melainkan telah menjadi superfood harian bagi banyak orang. Namun, konsumen perlu waspada karena kualitas kurma di pasaran sangat beragam. Memilih kurma yang salah bukan hanya mengurangi kenikmatan, tetapi juga bisa berisiko bagi kesehatan jika produk tersebut mengandung pemanis buatan atau sudah terkontaminasi jamur.
Berikut cara memilih kurma terbaik berdasarkan standar keamanan pangan dan kesehatan:
1. Waspadai Pemanis Buatan dan "Tampilan Mengkilap"
Banyak konsumen terkecoh dengan kurma yang terlihat sangat berkilau. Padahal, menurut laporan dari Food and Agriculture Organization (FAO) dalam standar kualitas internasional untuk kurma, permukaan buah seharusnya bersih namun tidak berminyak atau lengket secara berlebihan.
Seringkali, kurma berkualitas rendah dipoles dengan sirup gula atau madu buatan agar tampak segar dan menambah bobot timbangan. Kurma yang asli memiliki kemanisan alami yang tersimpan di dalam dagingnya, bukan melapisi permukaan luar hingga terasa lengket di tangan.
2. Periksa Tekstur Kulit dan Daging Buah
Tekstur adalah indikator utama kesegaran. Melansir studi yang dipublikasikan oleh Journal of Food Science and Technology, kurma yang baik adalah yang memiliki kadar air yang tepat sesuai jenisnya (kurma kering atau semi-basah).
- Hindari Kulit Pecah: Pilih kurma dengan kulit yang masih melekat erat pada dagingnya. Kulit yang banyak terkelupas menandakan proses pengemasan yang buruk atau stok lama.
- Kelembutan: Tekan sedikit daging kurma; kurma yang bagus akan terasa empuk dan kenyal. Jika terasa sekeras batu, itu tandanya sel-sel gula di dalamnya telah mengristal akibat penyimpanan yang terlalu lama atau suhu yang tidak stabil.
3. Identifikasi Bebas Kontaminasi Mikroba dan Serangga
Kesehatan pencernaan adalah taruhannya jika kita salah pilih. Medical News Today mengingatkan bahwa sebagai buah tanpa kulit yang dikupas, kurma rentan terhadap debu dan serangga.
Konsumen disarankan untuk membelah satu sampel kurma sebelum membeli dalam jumlah banyak. Pastikan tidak ada serangga kecil, larva, atau bubuk kehitaman di area pangkal tangkai. Bubuk hitam tersebut seringkali merupakan spora jamur atau kotoran serangga yang bisa memicu alergi atau gangguan pencernaan.
4. Mengenal Indeks Glikemik dan Jenis Kurma
Bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang menjaga berat badan, jenis kurma sangat menentukan. Mengutip riset dari Nutrition Journal, meskipun kurma kaya akan gula alami (fruktosa dan glukosa), sebagian besar jenis kurma memiliki Indeks Glikemik (GI) yang rendah hingga sedang.
- Kurma Ajwa: Sering disebut sebagai "Kurma Nabi", jenis ini paling direkomendasikan karena kandungan antioksidannya yang sangat tinggi dibandingkan varietas lain.
- Kurma Khalas: Memiliki tekstur karamel yang lembut dan sering dianggap sebagai salah satu kurma paling sehat karena pelepasan energinya yang stabil dalam darah.
Setelah mendapatkan kurma terbaik, langkah selanjutnya adalah penyimpanan. Pakar kesehatan menyarankan agar kurma basah (seperti Sukari atau Mazafati) disimpan di dalam lemari es dengan wadah kedap udara. Hal ini bertujuan untuk mencegah proses fermentasi alami yang dapat mengubah kandungan gula menjadi alkohol, yang ditandai dengan aroma asam yang menyengat.
Dengan ketelitian dalam memilih, manfaat serat, kalium, dan polifenol dalam kurma dapat diserap tubuh secara optimal tanpa efek samping yang merugikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....