Tradisi THR dan Dampaknya terhadap Konsumsi Masyarakat
- 24 Feb 2026 13:31 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Tradisi pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri di Indonesia. Momentum ini tidak hanya dinanti pekerja, tetapi juga berpengaruh terhadap dinamika konsumsi masyarakat menjelang Lebaran.
THR umumnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hari raya seperti pembelian pakaian baru, makanan khas Lebaran, hingga biaya mudik. Peningkatan daya beli dalam waktu singkat ini mendorong lonjakan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Sektor ritel, transportasi, dan kuliner menjadi yang paling merasakan dampaknya. Pusat perbelanjaan, pasar tradisional, hingga platform belanja daring mengalami peningkatan transaksi signifikan menjelang Idul Fitri.
Selain kebutuhan konsumtif, sebagian masyarakat juga memanfaatkan THR untuk membayar kewajiban seperti zakat, sedekah, dan berbagi kepada keluarga di kampung halaman. Tradisi berbagi ini memperkuat fungsi sosial THR dalam mempererat hubungan kekeluargaan.
Menurut Bank Indonesia, peningkatan uang beredar dan konsumsi rumah tangga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, termasuk Idul Fitri, menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi musiman. Fenomena ini menunjukkan bahwa THR memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian domestik.
Di sisi lain, perencanaan keuangan tetap menjadi hal penting agar penggunaan THR tidak berujung pada pemborosan. Edukasi literasi keuangan mendorong masyarakat untuk membagi alokasi THR secara seimbang antara kebutuhan, tabungan, dan berbagi.
Dengan demikian, tradisi THR bukan sekadar tambahan pendapatan tahunan, melainkan instrumen sosial dan ekonomi yang berdampak luas. Momentum ini memperlihatkan bagaimana budaya dan kebijakan ketenagakerjaan berkelindan dalam membentuk pola konsumsi masyarakat Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....