Fenomena 'War Takjil' dan Dampaknya terhadap Ekonomi Lokal
- 24 Feb 2026 12:40 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Fenomena “war takjil” menjadi istilah populer yang menggambarkan antusiasme masyarakat berburu makanan berbuka puasa menjelang magrib. Di berbagai daerah, terutama di Pulau Jawa, keramaian pasar Ramadan dan lapak dadakan menjadi pemandangan rutin setiap sore.
Istilah ini merujuk pada tingginya minat pembeli yang datang hampir bersamaan untuk mendapatkan aneka takjil favorit. Kondisi tersebut menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan dalam waktu singkat setiap harinya selama bulan Ramadan.
Pedagang musiman maupun pelaku UMKM memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan pendapatan. Beragam produk seperti kolak, es buah, gorengan, hingga makanan khas daerah laris terjual dalam hitungan jam.
Pasar Ramadan yang bermunculan di tepi jalan atau halaman masjid juga membuka peluang usaha bagi warga sekitar. Tidak sedikit rumah tangga yang memproduksi makanan berbuka secara mandiri untuk dijual kembali kepada masyarakat.
Menurut Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, momentum Ramadan secara konsisten mendorong peningkatan omzet pelaku UMKM sektor kuliner karena lonjakan konsumsi masyarakat menjelang berbuka puasa. Kondisi ini menunjukkan bahwa tradisi berburu takjil tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal.
Selain meningkatkan pendapatan pedagang, fenomena ini turut menghidupkan rantai pasok bahan pangan di tingkat lokal. Permintaan terhadap gula, santan, buah-buahan, dan bahan pokok lainnya cenderung meningkat selama Ramadan.
Meski demikian, pengelolaan kebersihan dan ketertiban tetap menjadi perhatian agar aktivitas ekonomi ini berjalan tertib. Pemerintah daerah di berbagai wilayah biasanya turut mengatur lokasi dan tata kelola pasar Ramadan demi kenyamanan bersama.
Dengan demikian, “war takjil” tidak sekadar tren musiman, melainkan refleksi dinamika konsumsi masyarakat yang berdampak langsung pada ekonomi lokal. Ramadan pun menjadi momentum penting bagi pelaku usaha kecil untuk memperkuat daya tahan ekonomi keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....