Konsep Moderasi di Bulan Ramadan

  • 24 Feb 2026 11:17 WIB
  •  Kendari

RRi.CO.ID, Kendari – Bulan suci Ramadan dinilai sebagai momentum paling tepat untuk memperkuat nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat. Hal ini mengemuka dalam dialog Moderasi beragama, Selasa 24 Februari 2026 di Pro 1 RRI Kendari bertema “Konsep Moderasi dan Implementasinya di Bulan Ramadan” yang menghadirkan Ketua FKUB Kota Kendari, Dr. H. Samsuri, S.Ag., M.Pd., dan Pengurus IPARI Sultra, Nanang Abdul Mukti, SH.I., MH.

Dr. H. Samsuri menegaskan bahwa moderasi beragama bukanlah konsep baru dalam Islam. Menurutnya, nilai tersebut sudah melekat dalam ajaran Islam melalui konsep wasathiyah atau sikap pertengahan yang adil dan seimbang.

“Dalam Islam dikenal istilah wasathiyah, artinya tengah, adil, seimbang. Jadi moderasi bukan hal baru. Setiap melihat perbedaan, kita tidak boleh langsung menilai orang lain salah. Keseimbangan itu harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ia menambahkan, Ramadan menjadi ruang pembelajaran terbaik untuk membangun sikap moderat. Puasa, menurutnya, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri, empati, serta kemampuan menjaga harmoni sosial.

“Puasa mengajarkan kita menahan diri. Toleransi sering diuji dalam hal-hal kecil seperti penggunaan pengeras suara, kegiatan sahur, atau parkir saat tarawih. Di sinilah komunikasi dan peran tokoh masyarakat sangat penting agar semua berjalan seimbang,” ujarnya.

Sementara itu, Nanang Abdul Mukti membagikan pengalaman konkret tentang praktik moderasi di Kota Kendari. Ia menceritakan pengalamannya saat memberikan ceramah Ramadan di masjid yang bersebelahan dengan gereja.

“Di awal Ramadan saya ceramah di masjid yang lokasinya berdampingan dengan gereja. Parkiran ramai karena di gereja juga ada kegiatan. Tapi semuanya berjalan beriringan tanpa masalah. Itu contoh kecil bahwa moderasi beragama di Kendari nyata,” ungkapnya.

Nanang juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.

“Kita harus menjadi agen moderasi beragama. Cinta tanah air, cinta kedamaian, dan taat pada aturan pemerintah. Ramadan ini harus membuat kualitas ibadah kita meningkat dan hubungan sosial kita makin harmonis,” pungkasnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....