Mudik, Refleksi Nilai Budaya dalam Tradisi Pulang Kampung

  • 23 Feb 2026 15:37 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Tradisi mudik Lebaran telah lama menjadi bagian dari dinamika budaya masyarakat Indonesia. Kegiatan pulang kampung menjelang Hari Raya Idul Fitri bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi sarat makna sosial dan kultural.

Secara kultural, istilah mudik kerap dikaitkan dengan ungkapan dalam bahasa Jawa “mulih dilik” yang berarti pulang sebentar sebelum kembali merantau. Makna tersebut menggambarkan hubungan batin yang tetap terjaga antara seseorang dengan kampung halamannya.

Mudik mempertemukan kembali anggota keluarga yang selama ini terpisah jarak karena pekerjaan maupun pendidikan. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi, memperbarui hubungan kekeluargaan, serta memperkuat identitas sebagai bagian dari komunitas asal.

Dalam praktiknya, mudik juga diiringi berbagai tradisi lokal seperti ziarah ke makam leluhur, menyiapkan hidangan khas daerah, hingga kegiatan halal bihalal bersama warga sekitar. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa mudik memiliki dimensi budaya yang lebih luas daripada sekadar mobilitas tahunan.

Nilai gotong royong dan kebersamaan tampak jelas dalam proses persiapan hingga pelaksanaan mudik. Keluarga saling membantu, berbagi informasi perjalanan, serta menjaga komunikasi agar perjalanan berlangsung aman dan lancar.

Menurut Rachmawati dalam jurnal Refleksi Budaya dalam Tradisi Mudik Lebaran di Indonesia yang diterbitkan di Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (2021), mudik merupakan refleksi budaya yang menegaskan kuatnya orientasi masyarakat Indonesia terhadap keluarga dan kampung halaman sebagai pusat identitas sosial. Tradisi ini dipandang sebagai bentuk aktualisasi nilai kekeluargaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Di tengah arus modernisasi dan mobilitas tinggi masyarakat urban, mudik tetap bertahan sebagai praktik budaya yang relevan. Hal ini menunjukkan bahwa nilai tradisional tetap memiliki ruang penting dalam kehidupan sosial kontemporer.

Dengan demikian, mudik Lebaran bukan hanya perjalanan tahunan, melainkan simbol keberlanjutan budaya yang mempererat ikatan antargenerasi. Tradisi ini terus menjadi penguat identitas dan kebersamaan masyarakat Indonesia dari waktu ke waktu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....