Mengenal Trofi Piala Dunia: Sejarah, Bahan, dan Aturan Simpannya

  • 22 Jul 2026 09:04 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Trofi Piala Dunia FIFA merupakan lambang kehormatan tertinggi dalam jagat sepak bola internasional. Setiap empat tahun sekali, miliaran pasang mata di seluruh dunia menyaksikan momen bersejarah ketika kapten tim nasional pemenang mengangkat tinggi-tinggi piala emas tersebut sebagai simbol supremasi sepak bola sejagat.

Namun, di balik kilaunya yang memesona, tidak banyak masyarakat yang mengetahui sejarah panjang evolusi trofi ikonik ini, bahan material pembuatannya, hingga aturan protokol keamanan yang sangat ketat mengenai siapa saja yang diperbolehkan menyentuhnya.

Dalam sejarahnya, piala sepak bola paling bergengsi di dunia ini pernah mengalami pergantian desain secara total. Sejak edisi pertama pada tahun 1930 hingga 1970, trofi yang digunakan adalah Jules Rimet Trophy, sebuah piala berwujud legalitas Dewi Kemenangan Yunani yang dirancang oleh pemahat asal Prancis, Abel Lafleur.

Berdasarkan regulasi FIFA saat itu, negara yang berhasil menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali berhak menyimpan trofi Jules Rimet secara permanen. Pencapaian sejarah tersebut berhasil diraih oleh Brasil pada edisi 1970, sehingga membuat FIFA harus merancang trofi baru yang digunakan hingga saat ini.

Bagi para pencinta olahraga dan masyarakat umum, berikut adalah beberapa fakta penting mengenai desain, bahan, serta aturan penyimpanan trofi Piala Dunia FIFA yang resmi:

1. Desain Unik dan Komposisi Bahan Emas Murni

Trofi Piala Dunia versi modern dirancang oleh seniman asal Italia, Silvio Gazzaniga, dan mulai diperkenalkan pada edisi 1974. Trofi ini memiliki tinggi 36,8 sentimeter dengan bobot total mencapai 6,17 kilogram. Poin utama keistimewaannya terletak pada materialnya, di mana sekitar 4,9 kilogram dari total bobot tersebut terbuat dari emas murni 18 karat, dengan bagian alas melingkar yang dilapisi dua lapisan batuan mineral hijau mulia (malachite).

2. Aturan Ketat Kepemilikan Permanen dan Replika

Berbeda dengan era trofi Jules Rimet, regulasi FIFA modern menetapkan bahwa trofi emas asli tidak boleh lagi dimiliki secara permanen oleh negara mana pun. Tim pemenang hanya dipinjamkan trofi asli selama prosesi perayaan resmi di lapangan dan seremoni FIFA. Sebagai gantinya, negara juara akan menerima replika resmi berbalut emas (FIFA World Cup Winners' Trophy) untuk disimpan di museum federasi sepak bola negara mereka, serta miniatur khusus (commemorative display box) untuk dibawa pulang oleh setiap pemain.

3. Protokol Sangat Ketat Mengenai Siapa yang Boleh Menyentuh

FIFA menerapkan aturan keselamatan dan keamanan yang sangat ketat (FIFA Trophy Protocol) terkait akses langsung ke trofi asli. Piala murni ini hanya diizinkan untuk dipegang tanpa sarung tangan oleh kelompok yang sangat terbatas, yaitu para pemain serta staf pelatih yang pernah memenangkan gelar juara Piala Dunia, serta para kepala negara atau presiden dari negara tuan rumah dan negara peserta.

Di luar momen kejuaraan, trofi emas asli Piala Dunia disimpan dengan sistem pengamanan tingkat tinggi di museum pusat FIFA (FIFA Museum) yang berlokasi di Zurich, Swiss. Piala ini hanya keluar dari tempat penyimpanannya saat melakukan tur keliling dunia (FIFA World Cup Trophy Tour) dan menjelang laga pembukaan serta partai final.

Pada akhirnya, trofi Piala Dunia bukan sekadar benda seni bernilai material tinggi, melainkan peninggalan sejarah dan mahakarya olahraga yang menyatukan berbagai bangsa. Aturan ketat serta sejarah panjang yang melingkupinya semakin mempertegas status trofi ini sebagai kehormatan tertinggi dalam sejarah olahraga modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....